Di Balik Sunyi Pegunungan Sinak, Aparat Berjaga Agar Doa Warga Mengalir Tenang
Di Sinak, Minggu pagi bukan hanya tentang rutinitas ibadah. Ia menjadi cerita tentang harapan, kepercayaan, dan upaya bersama menjaga ketenangan di tanah Papua.

HALLONEWS.ID – Udara pagi di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, terasa menggigit. Kabut tipis masih menggantung di sela-sela perbukitan ketika lonceng gereja mulai terdengar memanggil jemaat untuk beribadah.
Satu per satu warga berjalan menuju gereja dengan langkah tenang. Sebagian menggandeng anak-anak mereka, sebagian lainnya datang bersama keluarga.
Di antara aktivitas sederhana itu, terlihat sosok-sosok berseragam yang berdiri siaga di beberapa titik. Mereka adalah personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026.
Bagi warga Sinak, kehadiran aparat bukan sekadar pengamanan. Lebih dari itu, mereka menjadi simbol ketenangan di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan dinamika keamanan tersendiri.
Sejak Minggu pagi (8/2/2026), personel Satgas telah bersiap melalui apel kesiapan di Pos Belukar. Apel dipimpin Briptu Fahri Yansyah yang memastikan seluruh anggota dalam kondisi siap menjalankan tugas.
Pemeriksaan perlengkapan hingga pembagian posisi pengamanan dilakukan dengan teliti sebelum personel bergerak menuju lokasi ibadah.
Di halaman gereja, beberapa aparat berdiri dengan sikap waspada namun tetap ramah. Sebagian warga tampak menyapa mereka, bahkan anak-anak sesekali melambaikan tangan.
Pemandangan sederhana itu memperlihatkan hubungan yang mulai terbangun antara aparat dan masyarakat.
Bagi masyarakat di wilayah pegunungan Papua, menjalankan ibadah dengan rasa aman menjadi hal yang sangat berarti. Dalam keterbatasan akses dan kondisi wilayah yang menantang, ketenangan saat berdoa menjadi harapan yang dijaga bersama.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa pengamanan rumah ibadah merupakan bentuk kehadiran negara untuk melindungi seluruh masyarakat.
“Tugas aparat bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan kehidupan sosial dan keagamaan secara nyaman,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga. Ia menekankan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas di lapangan.
Menurutnya, membangun rasa saling percaya antara aparat dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan situasi yang damai dan kondusif. (min)
