Garudayaksa FC Juara Liga 2 Pegadaian Championship 2025-2026, Kalahkan PSS Sleman Lewat Adu Penalti Dramatis
Tim promosi Garudayaksa FC sukses menjuarai Liga 2 Pegadaian Championship 2025-2026 setelah mengalahkan PSS Sleman melalui drama adu penalti.

HALLONEWS.ID – Tim promosi Garudayaksa FC sukses menjuarai Liga 2 Pegadaian Championship 2025-2026 setelah mengalahkan PSS Sleman melalui drama adu penalti pada partai final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026) malam.
Pertandingan berlangsung sengit dan penuh drama. Setelah bermain imbang 2-2 selama waktu normal dan babak tambahan, Garudayaksa akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 4-3 dalam adu penalti.
Hasil tersebut membuat Garudayaksa menang agregat 6-5 sekaligus mengangkat trofi juara Liga 2 musim ini.
Final Liga 2 berlangsung menarik sejak menit awal. Garudayaksa sempat unggul dua gol lebih dulu sebelum PSS Sleman bangkit dan memaksa pertandingan berlanjut hingga adu penalti.
Keberhasilan Garudayaksa FC menjadi juara diraih di hadapan ribuan suporter PSS Sleman yang memenuhi Stadion Maguwoharjo. Pendukung tuan rumah juga menampilkan koreografi kreatif dan atraktif sepanjang pertandingan final.
Tim asuhan Widodo C Putro itu sekaligus mengikuti jejak Adhyaksa FC yang sebelumnya sukses meraih kemenangan penting di kandang lawan pada babak play-off promosi melawan Persipura Jayapura.
Meski kalah di final, PSS Sleman tetap memastikan promosi ke Liga 1 Super League bersama Garudayaksa FC.
Garudayaksa Unggul Dua Gol
Garudayaksa membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui sundulan penyerang muda andalannya, Alfin Kelilauw. Gol tersebut membuat tim tamu tampil semakin percaya diri.
Keunggulan Garudayaksa bertambah menjadi 2-0 pada menit ke-36 lewat eksekusi penalti Everton Nascimento. Hadiah penalti diberikan setelah Alfin Kelilauw dijatuhkan pemain belakang PSS di kotak terlarang.
Sebelum menunjuk titik putih, wasit Joko Supriyanto terlebih dahulu mengecek tayangan VAR untuk memastikan terjadinya pelanggaran.
Everton sukses menuntaskan tugasnya dan membawa Garudayaksa unggul dua gol hingga babak pertama usai.
PSS Sleman Bangkit di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, PSS Sleman tampil lebih agresif. Tim asuhan Ansyari Lubis meningkatkan tempo permainan demi mengejar ketertinggalan.
Hasilnya, Gustavo Tocantins memperkecil skor menjadi 1-2 pada menit ke-51 melalui tembakan keras dari sudut sempit yang gagal diantisipasi kiper Garudayaksa.
PSS terus menekan sepanjang babak kedua. Bahkan Gustavo Tocantins sempat mencetak gol pada menit ke-76, namun dianulir wasit karena lebih dahulu berada dalam posisi offside.
Tensi pertandingan semakin tinggi dengan duel keras dan sejumlah pelanggaran yang terjadi di lapangan. Wasit beberapa kali harus memberikan peringatan kepada pemain dari kedua tim.
Saat pertandingan tampak akan dimenangkan Garudayaksa, PSS Sleman akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit 90+2. Gustavo Tocantins kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga waktu normal berakhir.
Adu Penalti Menentukan Juara
Pada babak tambahan waktu, kedua tim tetap tampil menyerang. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam drama tos-tosan, Garudayaksa tampil lebih tenang. Mereka berhasil mencetak empat gol dari lima penendang, sementara PSS Sleman hanya mampu mencetak tiga gol.
Menariknya, dua kapten sekaligus pemain asing andalan kedua tim, Everton Nascimento dan Gustavo Tocantins, sama-sama gagal mengeksekusi penalti.
Garudayaksa akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor adu penalti 4-3 dan resmi menyabet gelar juara Liga 2 Pegadaian Championship 2025-2026. (gin)
