Harga Pertamax Berpeluang Turun Lagi? Menkeu Ungkap Alasannya

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis harga BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 berpotensi turun seiring meredanya ketegangan AS-Iran yang dapat menekan harga minyak dunia.

Senin, 22 Juni 2026 - 13:42 WIB
Harga Pertamax Berpeluang Turun Lagi? Menkeu Ungkap Alasannya
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. dok Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Green 95, berpeluang mengalami penurunan dalam waktu mendatang.

Menurut Purbaya, potensi penurunan harga tersebut didorong oleh membaiknya situasi geopolitik global, khususnya setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diperkirakan akan berdampak pada turunnya harga minyak mentah dunia.

“Dengan potensi penurunan harga minyak dunia, harga Pertamax dan jenis BBM non subsidi lainnya juga berpeluang turun. Kondisi ini akan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan berat bagi perekonomian Indonesia.

Situasi tersebut mendorong pemerintah dan pelaku usaha energi melakukan penyesuaian harga pada sejumlah BBM non subsidi sebagai langkah mitigasi terhadap tekanan global.

Purbaya menilai kondisi ekonomi saat ini mulai menunjukkan perbaikan seiring meredanya ketidakpastian global. Dengan harga energi yang berpotensi lebih stabil, pemerintah optimistis ruang pertumbuhan ekonomi akan semakin terbuka pada kuartal II tahun 2026.

“Data yang ada menunjukkan kita mulai melewati masa-masa sulit tersebut. Fokus berikutnya adalah memperkuat fondasi ekonomi agar pertumbuhan dapat berlangsung lebih optimal,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tantangan eksternal, Purbaya menegaskan ekonomi Indonesia tetap mampu menunjukkan ketahanan yang baik.

Langkah-langkah mitigasi yang ditempuh pemerintah selama periode tekanan global dinilai berhasil menjaga momentum pertumbuhan nasional.

Dengan prospek harga minyak yang lebih rendah, pemerintah berharap daya beli masyarakat, aktivitas usaha, serta stabilitas ekonomi dapat semakin terjaga dalam beberapa bulan ke depan. (agn)