Kabar Baik! Pemerintah Klaim Stok Beras Aman Meski El Nino Godzilla Mengintai
Pemerintah memastikan stok beras nasional aman hingga sekitar 10 bulan dan menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi dampak El Nino Godzilla.

HALLONEWS.ID – Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi potensi dampak fenomena iklim El Nino Godzilla. Langkah ini dilakukan dengan memastikan kesiapan cadangan pangan nasional serta memperkuat infrastruktur pertanian guna menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kondisi stok pangan nasional masih dalam posisi aman. Hingga Juni 2026, cadangan beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 5,2 juta ton, yang dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat.
Tak hanya mengandalkan stok pemerintah, ketersediaan beras di sektor komersial seperti hotel, rumah tangga, restoran, dan pelaku usaha juga disebut berada pada level yang memadai.
Secara keseluruhan, pemerintah memperkirakan pasokan beras nasional dapat memenuhi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan mendatang.
“Dengan kondisi cadangan saat ini, pasokan pangan diperkirakan tetap aman hingga sekitar April tahun depan. Jadi Indonesia sudah siap hadapi dampak El Nino,” kata Amran dalam laman Setneg.go.id, dikutip Hallonews, Minggu (21/6/2026).
Menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi memicu kekeringan panjang, pemerintah juga mempercepat pembangunan dan optimalisasi berbagai infrastruktur pertanian.
Langkah yang dilakukan meliputi pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, program pompanisasi, optimalisasi lahan rawa agar dapat ditanami lebih dari satu kali dalam setahun, hingga pencetakan sawah baru di sejumlah daerah.
Menurut Amran, strategi tersebut disiapkan sebagai upaya mitigasi agar produksi pangan nasional tetap terjaga meski menghadapi cuaca ekstrem. Selain sektor tanaman pangan, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas komoditas peternakan, terutama telur dan daging ayam.
Kementerian Pertanian disebut telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan para pelaku usaha untuk mendorong peningkatan konsumsi telur dan ayam sekaligus menjaga keseimbangan harga di tingkat peternak maupun masyarakat.
Di sektor hortikultura, pemerintah melanjutkan program hilirisasi untuk sejumlah komoditas strategis seperti kopi, kelapa, dan tebu guna meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Tak hanya itu, bantuan langsung kepada petani juga akan terus digulirkan sepanjang 2026 hingga 2027. Program tersebut mencakup penyediaan alat dan mesin pertanian, pembangunan sawah baru, hingga dukungan pengembangan lahan di berbagai daerah, termasuk Papua.
Pemerintah berharap rangkaian kebijakan tersebut mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh fenomena El Nino terhadap sektor pertanian Indonesia. (dul)
