Kekeringan Meluas di Jateng, Ratusan Keluarga di Banyumas dan Purbalingga Krisis Air Bersih

Kekeringan mulai melanda Banyumas dan Purbalingga di Jawa Tengah. Ratusan keluarga kesulitan air bersih saat musim kemarau mulai berdampak.

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:30 WIB
Kekeringan Meluas di Jateng, Ratusan Keluarga di Banyumas dan Purbalingga Krisis Air Bersih
Pemerintah mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Foto/BNPB for Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kekeringan mulai melanda wilayah Jawa Tangah.

Kabupaten Banyumas dan Purbalingga terdampak dengan ribuan warga kesulitan mengakses air bersih.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut kondisi ini merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi kering yang saat ini menjadi fokus penanganan di berbagai daerah.

“Di Kabupaten Banyumas, kekeringan mulai dirasakan warga di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, serta Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas,” kata Abdul Muhari, Minggu (21/6/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 44 kepala keluarga (KK) di Desa Taman Sari dan 523 KK di Kelurahan Sokanegara mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak memasuki awal musim kemarau pada pertengahan Juni 2026.

“Kami memprakirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus mendatang, sehingga potensi dampak kekeringan masih dapat meluas,” ungkapnya.

Sebagai langkah penanganan, kata dia, BPBD Banyumas telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan berbagai unsur terkait.

Saat ini, sejumlah tandon air berkapasitas 4.000 liter telah ditempatkan di tiga titik lokasi, sementara pemerintah daerah juga menyiapkan penambahan fasilitas penampungan air di tingkat RT untuk memperluas distribusi.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Purbalingga sejak Jumat (19/6/2026).

Wilayah terdampak berada di Kecamatan Karangreja, tepatnya di Desa Kutabawa dan Desa Serang. Sebanyak 102 KK atau sekitar 398 jiwa dilaporkan kesulitan memperoleh air bersih akibat berkurangnya sumber air.

Menindaklanjuti kondisi itu, BPBD Purbalingga langsung menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Gunung Malang, Desa Serang. Bantuan yang dikirim mencapai dua truk tangki atau sekitar 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

BPBD setempat memastikan pemantauan dan distribusi bantuan akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Selain Jawa Tengah, kekeringan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak 11 Mei 2026, BPBD setempat telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 24 kali dengan total mencapai 330.000 liter.

Bantuan tersebut telah menjangkau 3.238 KK yang tersebar di sejumlah kecamatan, termasuk Botolinggo, Klabang, Tegalampel, Taman Krocok, Maesan, Tlogosari, Wringin, Prajekan, dan Curahdami.

”Distribusi air bersih kembali dilakukan sebanyak 10.000 liter untuk 217 KK di Desa Blimbing dan Karanganyar, Kecamatan Klabang,” ucapnya.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Masyarakat diminta menghemat penggunaan air, menjaga sumber mata air, serta menghindari praktik pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran meluas. Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat patroli dan sistem peringatan dini di wilayah rawan.

BNPB menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor serta pemantauan informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG guna mengantisipasi dampak lanjutan musim kemarau. (dul)