Gempa Sulteng Telan 3 Korban Jiwa, BNPB Catat 6.412 Warga Terdampak
BNPB melaporkan korban meninggal akibat gempa M6,7 di Sulawesi Tengah menjadi tiga orang. Sebanyak 6.412 warga terdampak, proses penanganan darurat terus berlangsung.

HALLONEWS.ID – Dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah terus bertambah. Hingga Kamis (18/6/2026) pukul 13.50 WIB, korban meninggal dunia bertambah tiga orang, ribuan warga masih berjuang menghadapi dampak bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, sedikitnya 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa terdampak akibat gempa yang menguncang wilayah Kabupaten Parigi Moutong tersebut.
“Selain tiga korban meninggal, tercatat 17 orang mengalami luka berat dan 91 lainnya mengalami luka ringan,” kata Abdul Muhari, Kamis (18/6/2026).
Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan dampak paling parah. Tiga korban meninggal dilaporkan berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, termasuk satu korban yang baru terkonfirmasi dalam pendataan terbaru.
Kerusakan infrastruktur juga terus bertambah. Hingga kini sedikitnya 1.652 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.
“Sejumlah fasilitas umum ikut terdampak, mulai dari rumah ibadah, sekolah, gedung perkantoran, rumah adat, hingga jaringan air bersih,” ungkapnya.
Gempa yang terjadi pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA itu berkekuatan Magnitudo 6,7 dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Namun aktivitas kegempaan masih berlangsung.

Foto: BNPB for Hallonews
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Kamis telah terjadi 703 kali gempa susulan. Dari jumlah tersebut, 25 gempa masih dirasakan oleh masyarakat dengan magnitudo terbesar mencapai 5,2.
Pemerintah Kabupaten Sigi menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk mempercepat penanganan bencana. Di saat yang sama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga tengah memproses penetapan status tanggap darurat di tingkat provinsi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD terus menyalurkan bantuan logistik berupa tenda pengungsi, paket sembako, matras, selimut, hingga kasur lipat. Personel TNI dan Polri juga dikerahkan untuk mendukung operasional di lokasi terdampak.
Sebagai bentuk penguatan koordinasi di lapangan, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan meninjau langsung Kabupaten Sigi untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif sekaligus melihat kebutuhan masyarakat yang masih mendesak.
Saat ini, kebutuhan utama di lokasi bencana meliputi tambahan tenda pengungsian, air bersih, layanan kesehatan, penerangan darurat, selimut, matras, dan dukungan pembersihan reruntuhan bangunan.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas. (dul)
