Update Gempa M 6,7 Sulteng: 1 Warga Tewas, 48 Luka dan Ratusan Terdampak
BNPB melaporkan gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah menewaskan satu warga, melukai puluhan orang, dan merusak puluhan rumah serta sejumlah infrastruktur

HALLONEWS.ID – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) terus bertambah seiring proses pendataan di lapangan yang masih dilakukan hingga Rabu (17/6/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu orang meninggal dunia, puluhan warga mengalami luka-luka, serta ratusan lainnya terdampak di sejumlah wilayah.
“Korban meninggal berasal dari Kabupaten Sigi, daerah yang mengalami dampak paling besar dalam gempa di Sulteng,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Rabu (17/6/2026).
Selain korban jiwa, BNPB mencatat sekitar 110 kepala keluarga atau 312 jiwa terdampak. Sebanyak 25 orang mengalami luka ringan, sementara 13 lainnya menderita luka berat dan mendapatkan penanganan medis.
Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Di daerah ini, sebanyak 89 kepala keluarga atau 272 jiwa terdampak, disertai 22 warga luka ringan dan 13 warga luka berat. Kabupaten Parigi Moutong mencatat 21 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa terdampak.
“Di Kota Palu, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu korban luka yang masih dalam proses pendataan lebih lanjut,” ungkapnya.
Tidak hanya menimbulkan korban, gempa juga menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan dan fasilitas publik. Data sementara menunjukkan sedikitnya 67 rumah terdampak, terdiri atas 26 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Kerusakan juga meluas ke enam tempat ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga lokasi usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso yang dilaporkan mengalami amblas.
Di Kabupaten Sigi sendiri, tercatat 47 rumah terdampak dengan rincian 23 rusak ringan, enam rusak sedang, dan 12 rusak berat. Selain itu, enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, serta satu unit usaha mikro juga mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Poso, lima rumah terdampak dan tiga di antaranya mengalami kerusakan ringan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 15 rumah terdampak. Di Kota Palu, kerusakan meliputi retakan pada Jembatan III, satu fasilitas umum, satu hotel, dan tempat usaha.
BNPB menyatakan proses pendataan masih terus berlangsung, termasuk di Kabupaten Donggala yang hingga kini masih melakukan asesmen lapangan.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai instansi terkait.
Di Kabupaten Sigi, pemerintah daerah bersama Forkopimda telah menggelar rapat koordinasi dan tengah memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari.
Posko lapangan juga telah dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki guna mempercepat distribusi bantuan dan koordinasi penanganan bagi masyarakat terdampak.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Poso mendirikan tenda darurat di lingkungan RSUD setempat untuk mendukung pelayanan kesehatan, sedangkan warga bersama aparat kepolisian bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa.
BNPB mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terjadi hingga sore hari. Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah dan BMKG, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. (dul)
