Heboh! ABC Batalkan The Bachelorette Akibat Skandal Peserta

ABC resmi membatalkan The Bachelorette 2026 jelang tayang. Skandal peserta hingga sejarah kontroversi jadi sorotan publik.

Jumat, 20 Maret 2026 - 23:00 WIB
Heboh! ABC Batalkan The Bachelorette Akibat Skandal Peserta
Aksi kekerasan yang dilakukan Taylor Frangkie Paul, salah satu pemeran The Bachelorette yang diduga jadi penyebab batal tayangnya program ini. Foto: Dok IG TMZ

HALLONEWS.ID – Keputusan mengejutkan datang dari jaringan televisi Amerika Serikat, ABC, yang resmi membatalkan penayangan musim terbaru The Bachelorette hanya beberapa hari sebelum jadwal tayang.

Musim terbaru yang semula dijadwalkan tayang pada 22 Maret 2026 itu sebenarnya telah rampung diproduksi. Namun, rencana tersebut dibatalkan secara mendadak setelah munculnya skandal yang melibatkan pemeran utama, Taylor Frankie Paul.

Kontroversi mencuat setelah beredarnya video lama yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam rekaman yang viral di media sosial tersebut, Paul disebut terlibat tindakan agresif terhadap mantan pasangannya di hadapan anak mereka.

Menanggapi hal ini, pihak produksi di bawah naungan ABC Network dan Disney Entertainment Television memutuskan untuk menghentikan penayangan demi mempertimbangkan kondisi semua pihak yang terlibat.

Selain tekanan publik yang semakin kuat, kasus ini juga dikabarkan berkaitan dengan proses penyelidikan hukum yang masih berjalan, sehingga memperumit situasi.

Riwayat Kontroversi

Pembatalan ini menambah daftar panjang kontroversi yang selama ini membayangi franchise The Bachelorette.

Acara yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade itu kerap menjadi sorotan, mulai dari isu keberagaman hingga komentar kontroversial dari peserta.

Salah satu momen penting terjadi pada 2017 saat Rachel Lindsay menjadi perempuan kulit hitam pertama yang memimpin acara tersebut, setelah bertahun-tahun mendapat kritik soal kurangnya representasi.

Kontroversi lain muncul pada 2021 ketika Chris Harrison mundur dari posisinya sebagai pembawa acara akibat pernyataan yang dinilai sensitif secara rasial.

Kasus terbaru ini tidak hanya berdampak pada penayangan acara, tetapi juga memicu efek domino. Sejumlah sponsor dilaporkan menarik dukungan, sementara kepercayaan publik terhadap proses seleksi peserta kembali dipertanyakan.

Pengamat industri hiburan menilai langkah pembatalan ini sebagai upaya menjaga reputasi, meski dianggap terlambat. Di sisi lain, hal ini memperlihatkan bahwa standar etika dalam produksi reality show kini semakin menjadi perhatian utama.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kelanjutan The Bachelorette. Namun, satu hal yang jelas, kontroversi di balik layar kembali menjadi sorotan utama, mengalahkan kisah romantis yang selama ini menjadi daya tarik utama acara tersebut.(wib)