Jalan Kaki 9.000 Langkah per Hari Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Kematian

Penelitian terhadap lebih dari 72 ribu orang menunjukkan berjalan kaki 9.000–10.000 langkah per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian. Bahkan tambahan 1.000 langkah harian sudah memberi manfaat kesehatan.

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:51 WIB
Jalan Kaki 9.000 Langkah per Hari Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Kematian
Kebiasan jalan kali terbukti memberikan manfaat besar bagi kesehatan, terutama dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian. Dok Hallonews

HALLONEWS.ID – Berjalan kaki merupakan aktivitas fisik sederhana yang dapat dilakukan hampir semua orang.

Meski terlihat ringan, kebiasaan ini terbukti memberikan manfaat besar bagi kesehatan, terutama dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian.

Temuan tersebut terungkap dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 72 ribu peserta yang dipantau selama beberapa tahun.

Hasil studi menunjukkan individu yang berjalan sekitar 9.000 hingga 10.000 langkah per hari memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang menjalani gaya hidup minim aktivitas fisik.

Penelitian itu juga menegaskan bahwa target 10.000 langkah per hari bukanlah angka yang harus dicapai semua orang. Manfaat kesehatan sudah mulai dirasakan meski peningkatan jumlah langkah harian dilakukan secara bertahap.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang menghabiskan banyak waktu untuk duduk tetap dapat memperoleh manfaat kesehatan dengan meningkatkan aktivitas berjalan kaki.

Aktivitas fisik tambahan dinilai mampu mengurangi dampak negatif pola hidup sedentari atau kurang bergerak.

Pada kelompok yang sangat jarang beraktivitas, manfaat kesehatan mulai terlihat ketika mereka mencapai sekitar 4.100 hingga 4.300 langkah per hari.

Pada tingkat aktivitas tersebut, risiko penyakit jantung dan kematian mulai menunjukkan penurunan yang signifikan.

Manfaat yang lebih besar diperoleh ketika jumlah langkah harian meningkat mendekati 9.000 langkah.

Dalam kondisi tersebut, risiko kematian dapat berkurang hingga hampir 40 persen, sementara risiko gangguan kardiovaskular juga menurun secara bermakna.

Para ahli menilai hasil penelitian ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang kesulitan melakukan olahraga berat atau memiliki keterbatasan waktu untuk berolahraga.

Berjalan kaki dinilai sebagai aktivitas fisik yang murah, praktis, dan dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia.

Di sisi lain, data menunjukkan rata-rata masyarakat hanya berjalan sekitar 4.000 langkah per hari. Angka tersebut mengindikasikan masih terbuka peluang besar untuk meningkatkan aktivitas fisik guna menjaga kesehatan dan kualitas hidup.

Peneliti menyarankan masyarakat menambah jumlah langkah secara bertahap. Bahkan peningkatan sekitar 1.000 langkah per hari sudah dapat memberikan kontribusi positif dalam menurunkan risiko berbagai gangguan kesehatan dalam jangka panjang.

Kebiasaan sederhana seperti memilih menggunakan tangga daripada lift, memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dari tujuan, atau meluangkan waktu berjalan kaki beberapa menit setiap hari dapat menjadi langkah awal yang efektif.

Para ahli menekankan bahwa setiap tambahan gerakan memiliki manfaat. Semakin aktif seseorang bergerak, semakin besar pula peluang untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi risiko penyakit di kemudian hari. (opy)