Jennifer Lopez Ungkap Sempat Kehilangan Penglihatan dan Tak Bisa Bergerak Akibat Kelelahan Ekstrem

Jennifer Lopez mengungkap pengalaman traumatis di awal kariernya saat kehilangan penglihatan dan kemampuan bergerak akibat bekerja tanpa henti selama 98 hari berturut-turut.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB
Jennifer Lopez Ungkap Sempat Kehilangan Penglihatan dan Tak Bisa Bergerak Akibat Kelelahan Ekstrem
Aktris Jennifer Lopez nyaris kehilangan penglihatan akibat kelelahan hebat. (Foto: IG JLo for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Penyanyi dan aktris dunia Jennifer Lopez membagikan kisah mengejutkan tentang kondisi kesehatan yang pernah dialaminya pada puncak awal karier. Bintang yang akrab disapa J.Lo itu mengaku sempat kehilangan penglihatan dan tidak mampu bergerak setelah bekerja tanpa henti selama hampir tiga bulan.

Dalam wawancara di podcast SmartLess, Jennifer Lopez mengenang masa-masa awal tahun 2000-an ketika kariernya sedang melesat di dunia musik dan film. Saat itu, ia menjalani jadwal yang sangat padat, mulai dari syuting film, rekaman album, hingga berbagai kegiatan promosi.

Lopez mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyadari telah bekerja selama 98 hari berturut-turut tanpa satu hari libur pun.
Selain menjalani proses syuting setiap hari, ia juga menghabiskan malam hari di studio rekaman dan akhir pekan untuk kegiatan promosi maupun pembuatan video musik.

Puncak kelelahan itu terjadi saat ia tengah menjalani syuting film Enough. Awalnya, ia merasakan detak jantung yang tidak biasa dan perasaan gugup yang semakin meningkat setiap kali menuju lokasi syuting.
Tak lama kemudian, kondisi fisiknya memburuk secara drastis. Lopez mengatakan pandangannya tiba-tiba menjadi kabur hingga nyaris tidak bisa melihat.

Dalam waktu bersamaan, tubuhnya juga tidak mampu bergerak sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut membuat orang-orang di sekitarnya segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Di rumah sakit, Jennifer Lopez mengaku sempat khawatir mengalami gangguan mental karena gejala yang dirasakannya sangat menakutkan. Namun dokter memastikan bahwa penyebab utama kondisi tersebut adalah kelelahan ekstrem akibat tekanan pekerjaan yang berlebihan.

Menurut penjelasan dokter, tubuhnya mengalami semacam “shutdown” atau penurunan fungsi sementara karena tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Pengalaman itu menjadi titik balik penting dalam hidupnya untuk memahami batas kemampuan fisik dan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan.
Selain kelelahan fisik, Lopez juga mengungkap bahwa masa tersebut bertepatan dengan meningkatnya popularitas yang membuatnya kehilangan privasi.

Ia bahkan pernah mengalami serangan panik ketika menyadari kehidupannya tidak lagi bisa dijalani secara anonim seperti sebelumnya.
Kini, di usia 56 tahun, Jennifer Lopez menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga tentang pentingnya kesehatan fisik dan mental di tengah tuntutan dunia hiburan yang sangat kompetitif. (wib)