Jembatan Cikotak Dibangun Lewat CSR OJK, Bupati Serang Ratu Zakiyah Yakin Dorong Ekonomi Warga
Pembangunan Jembatan Cikotak di Serang melalui CSR OJK diyakini Bupati Ratu Zakiyah akan meningkatkan akses dan mendorong perekonomian masyarakat.

HALLONEWS.ID – Pembangunan jembatan Cikotak di Kampung Cikotak, Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang segera direalisasikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, meyakini pembangunan jembatan tersebut akan membawa dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam hal aksesibilitas dan perekonomian.
Jembatan Cikotak selama ini menjadi penghubung utama antara Desa Cibojong dan Desa Kadubeureum. Namun kondisinya cukup memprihatinkan karena hanya terbuat dari kayu, dengan sejumlah bagian yang sudah lapuk dan membahayakan pengguna.
Dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 2 meter, jembatan tersebut selama ini menjadi jalur penting bagi aktivitas warga, mulai dari anak sekolah hingga distribusi hasil pertanian.
Ratu Zakiyah menegaskan bahwa pembangunan jembatan permanen akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Ini sangat memberikan dampak positif, terutama untuk akses ke sekolah, layanan kesehatan, serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai kondisi jembatan sebelumnya sudah tidak layak dan berisiko tinggi bagi keselamatan warga.
“Jembatan yang ada saat ini sangat membahayakan karena masih berbahan kayu dan sudah rapuh,” tambahnya.
Dibangun dalam Rangka HUT Pasar Modal
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari kontribusi industri pasar modal yang dikoordinasikan oleh OJK dalam rangka peringatan HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa program ini bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami ingin menunjukkan kontribusi nyata industri pasar modal untuk masyarakat, terutama di daerah terpencil,” ujarnya.
Jembatan yang akan dibangun nantinya akan menggunakan konstruksi permanen melalui betonisasi, sehingga lebih kuat dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Hasan menjelaskan bahwa panjang jembatan akan ditingkatkan menjadi sekitar 13 meter dengan lebar tetap 2 meter.
“Kami targetkan pembangunan selesai dalam tiga bulan ke depan agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Dampak Jangka Panjang untuk Desa
Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan konektivitas antarwilayah meningkat, interaksi sosial lebih lancar, serta distribusi hasil pertanian menjadi lebih efisien.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Serang. (bsg)
