Kritik Pedas Scholes ke Carrick Usai Kekalahan dari Newcastle Bikin Fans MU Terbelah
Legenda Manchester United Paul Scholes melontarkan kritik tajam kepada Michael Carrick setelah kekalahan dari Newcastle. Pertanyaannya memicu perdebatan soal taktik MU.

HALLONEWS.ID – Legenda Manchester United Paul Scholes melontarkan kritik keras kepada pelatih MU Michael Carrick pasca kekalahan Setan Merah atas Newcastle.
Scholes secara terbuka mempertanyakan keputusan taktik yang diambil oleh manajer sementara MU tersebut ketika melawan Newcastle.
Mantan rekan setim Carrick itu tak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim. Ia menilai Manchester United tampil terlalu pasif dan gagal menunjukkan karakter sebagai klub besar, terutama saat menghadapi tekanan dari Newcastle sepanjang pertandingan.
Menurut Scholes, pendekatan taktik Carrick membuat United kehilangan kendali permainan. Ia menyoroti bagaimana lini tengah terlihat mudah ditembus dan kurang agresif dalam merebut bola. Hal ini, membuat Newcastle leluasa membangun serangan.
“Manchester United terlihat terlalu berhati-hati. Dengan kualitas pemain yang dimiliki, seharusnya mereka bisa bermain lebih berani dan menekan lawan lebih tinggi,” ujar Scholes dalam analisisnya seperti dilansir Sky Sport, Jumat (6/3/2026).
Legenda United itu juga mempertanyakan mengapa tim tampak kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Ia menilai strategi yang digunakan membuat pemain depan kurang mendapat suplai bola yang cukup sehingga serangan MU mudah dipatahkan oleh pertahanan Newcastle.
Bagi Scholes, masalah utama bukan hanya soal hasil akhir, tetapi cara tim bermain. Ia menegaskan bahwa fans Manchester United terbiasa melihat tim tampil menyerang dan mendominasi pertandingan, sesuatu yang menurutnya tidak terlihat dalam laga tersebut.
Kritik Scholes ini langsung memicu diskusi di kalangan penggemar. Sebagian mendukung pandangannya dan menilai komentar itu mencerminkan realitas di lapangan. Mereka menganggap Manchester United memang terlihat kehilangan arah permainan.
Namun ada juga yang menilai kritik tersebut terlalu keras, mengingat Carrick berada dalam situasi sulit dan harus mengelola tim yang sedang mengalami tekanan besar.
Sebagai pelatih yang relatif baru dalam peran tersebut, Carrick dinilai masih membutuhkan waktu untuk membangun stabilitas.
Terlepas dari perdebatan tersebut, komentar Scholes menunjukkan tingginya ekspektasi terhadap Manchester United. Sebagai salah satu klub terbesar di dunia, setiap kekalahan selalu memicu evaluasi tajam, terutama dari para mantan pemain yang pernah membawa klub tersebut meraih kejayaan.
Kini perhatian publik tertuju pada bagaimana Carrick merespons kritik tersebut. Jika performa tim tidak segera membaik, pertanyaan yang dilontarkan Scholes kemungkinan akan terus bergema dalam setiap diskusi tentang masa depan Manchester United musim ini.(wib)
