Markas KKB Digempur Aparat di Nabire, Kontak Senjata Pecah, 561 Amunisi Diamankan

Kontak tembak di Nabire Papua Tengah, aparat TNI-Polri kuasai markas KKB dan menyita 561 butir amunisi, senjata, serta uang puluhan juta dalam operasi Damai Cartenz 2026.

Senin, 2 Maret 2026 - 13:46 WIB
Markas KKB Digempur Aparat di Nabire, Kontak Senjata Pecah, 561 Amunisi Diamankan
Ratusan amunisi dan barang bukti lainnya disita dari markas KKB. Hallonews

HALLONEWS.ID – Aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil menguasai sebuah markas yang diduga milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam operasi penegakan hukum di wilayah Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026) malam.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan ratusan butir amunisi serta sejumlah perlengkapan komunikasi milik kelompok bersenjata.

Penindakan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai keberadaan DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III, Dulla Aibon Kogoya, bersama kelompoknya di salah satu lokasi persembunyian.

Saat personel gabungan mendekati area tersebut sekitar pukul 22.40 WIT, kelompok bersenjata melakukan perlawanan sehingga terjadi kontak tembak.

Setelah baku tembak berlangsung, kelompok tersebut melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka gunakan. Aparat kemudian menguasai lokasi dan melakukan penggeledahan untuk mengamankan barang bukti.

Dari hasil penyisiran di lokasi, aparat menemukan 561 butir amunisi berbagai kaliber, yang terdiri dari amunisi senjata laras panjang dan pendek. Selain itu, ditemukan juga 10 magazen, termasuk magazen senjata jenis SS1 dan AK-101.

Petugas turut mengamankan sejumlah perlengkapan lain berupa 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79.900.000 yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.

Temuan lain yang menjadi perhatian aparat adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya.

Salah satunya diduga milik anggota Brimob yang gugur dalam serangan tahun lalu, sementara satu unit lainnya diduga milik pekerja sipil dalam insiden pembakaran pos pengamanan perusahaan di Nabire beberapa waktu lalu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menegaskan bahwa tindakan tegas tersebut merupakan bagian dari upaya negara dalam menjaga keamanan masyarakat di Papua.

Menurutnya, aparat akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang masih melarikan diri.

“Ini bentuk kehadiran negara untuk melindungi masyarakat. TNI-Polri akan terus melakukan penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata sampai mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia menegaskan bahwa operasi dilakukan secara terukur dan profesional untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.

Hingga saat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan situasi aman serta memburu anggota kelompok bersenjata yang melarikan diri.

Operasi penegakan hukum disebut akan terus dilakukan guna mencegah aksi kekerasan yang meresahkan masyarakat. (min)