Nyepi 2026: Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam, Ini Jadwal dan Aturannya
Jelang Nyepi 2026, Tol Bali Mandara ditutup 32 jam mulai 18 hingga 20 Maret. Operator tol juga bersiap menghadapi lonjakan wisatawan saat libur Lebaran.

HALLONEWS.ID – Operasional Jalan Tol Bali Mandara akan dihentikan sementara selama 32 jam saat perayaan Hari Raya Nyepi 2026. Kebijakan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat Hindu di Bali yang dijalankan dengan suasana hening tanpa aktivitas.
Penutupan akan berlaku mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 23.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 07.00 WITA. “Tutup selama 32 jam saat Nyepi,” kata Dirut Jasa Maga Bali Tol I Ketut Adiputra Karang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam menghormati tradisi dan kearifan lokal masyarakat Bali. Meski ditutup, akses tol tetap dapat digunakan secara terbatas untuk kepentingan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, maupun kendaraan penting.
“Penggunaan jalur tersebut harus disertai pendampingan pecalang atau instansi terkait sesuai prosedur yang berlaku,” ucapnya.
Selain mendukung pelaksanaan Nyepi, operator tol menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk mendukung Upacara Melasti, ritual penyucian yang menjadi bagian penting sebelum Nyepi.
Prosesi yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret 2026 di kawasan Pemelastian Desa Adat Pedungan itu diperkirakan akan melibatkan ribuan umat.
Untuk menjaga kelancaran kegiatan, perusahaan menurunkan tim Mobile Customer Service (MCS) serta berkoordinasi dengan kepolisian dan pecalang dalam pengaturan arus kendaraan.
Selama prosesi berlangsung, rekayasa lalu lintas berupa contraflow sementara akan diterapkan di akses menuju Pelabuhan Benoa. Jalur dari Depo Pertamina menuju pelabuhan digunakan peserta upacara, sedangkan jalur sebaliknya difungsikan sebagai jalur dua arah bagi kendaraan umum.
Di sisi lain, PT Jasamarga Bali Tol juga bersiap menghadapi potensi lonjakan mobilitas wisatawan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah. Perusahaan membentuk Satgas Jasamarga Bali Tol Siaga Idulfitri yang bertugas dari H-10 hingga H+10 Lebaran atau 11–31 Maret 2026.
Puncak arus kendaraan diperkirakan terjadi pada 27 Maret 2026 dengan estimasi sekitar 57.375 kendaraan melintas. Meski bukan jalur utama mudik, Jalan Tol Bali Mandara tetap berpotensi mengalami peningkatan lalu lintas karena tingginya kunjungan wisatawan selama libur panjang.
Untuk mengantisipasi kepadatan, perusahaan menambah dua Gardu Tol Otomatis di Gerbang Tol Benoa yang telah beroperasi sejak Desember 2025. Selain itu, armada layanan seperti kendaraan derek, unit rescue, serta tim Mobile Customer Service disiagakan selama 24 jam.
Pemeriksaan rutin juga dilakukan terhadap kondisi jalan, penerangan, marka, hingga sistem drainase guna memastikan infrastruktur tetap optimal selama periode libur panjang. Data perusahaan menunjukkan penggunaan Jalan Tol Bali Mandara terus meningkat.
Sepanjang 2025 tercatat 20,27 juta kendaraan melintas, naik sekitar 10,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan rata-rata lalu lintas harian mencapai 55.863 kendaraan.
Untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan, Jasa Marga juga menyediakan layanan informasi melalui call center 133 serta aplikasi Travoy, yang memungkinkan pengguna memantau kondisi lalu lintas secara real time, mengecek tarif tol, hingga mengetahui lokasi rest area. (dul)
