Ada Teknologi RFID, Truk ODOL Bakal Tak Bisa Lagi Melintas di Tol JORR
RFID dan sensor WIM akan digunakan di Tol JORR untuk mendeteksi truk ODOL secara lebih akurat sebagai bagian dari upaya pemberantasan kendaraan overloading.

HALLONEWS.ID – Jasa Marga mulai memperkuat pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dengan memasang rangka Radio Frequency Identification (RFID) di Ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Teknologi ini menjadi bagian dari upaya mendukung target pemerintah mewujudkan Indonesia Zero ODOL 2027.
“Pemasangan perangkat dilakukan di Tol JORR E KM 54+100 arah Jakarta pada 30 Juni 2026 pukul 22.00 WIB hingga 1 Juli 2026 pukul 05.00 WIB,” kata Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Alvin Andituahta Singarimbun, Kamis (25/6/2026).
Nantinya, kata dia, Sistem RFID tersebut akan terintegrasi dengan sensor Weigh-In-Motion (WIM) untuk mengidentifikasi kendaraan sekaligus mendeteksi berat aktual truk yang melintas secara otomatis.
Dengan sistem ini, kendaraan yang membawa muatan berlebih dapat dipantau lebih efektif tanpa harus menghentikan arus lalu lintas, sehingga diharapkan mampu menekan pelanggaran ODOL yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan dan kecelakaan.
Selama proses pemasangan berlangsung, Jasa Marga akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Lajur bahu luar dan lajur 1 akan ditutup sementara, sementara kendaraan tetap dapat melintas melalui lajur 2 dan 3 yang dioperasikan secara normal.
Petugas juga akan disiagakan di lapangan untuk mengatur arus kendaraan menuju arah Rorotan. Sejumlah rambu peringatan, lampu pengaman, dan petunjuk lalu lintas telah dipasang agar pengguna jalan dapat mengantisipasi penyempitan lajur sejak jauh sebelum area pekerjaan.
“Pemasangan gantry RFID merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan tol sekaligus meningkatkan keselamatan berkendara,” ungkapnya.
Menurutnya, integrasi RFID dengan sensor WIM memungkinkan identifikasi kendaraan dan pencatatan berat muatan secara lebih akurat. Teknologi tersebut diharapkan menjadi instrumen penting dalam mempercepat pemberantasan kendaraan ODOL di jaringan tol JORR.
“Melalui sistem pemantauan yang terintegrasi, kami dapat mengidentifikasi identitas kendaraan sekaligus mengetahui berat aktualnya. Upaya ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan melindungi kondisi jalan tol dari kerusakan akibat muatan berlebih,” ujarnya.
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati selama pekerjaan berlangsung, mematuhi rambu-rambu yang dipasang, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pengendara disarankan mengatur waktu perjalanan dan memastikan saldo kartu elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol guna menghindari hambatan saat melintas.
Pemasangan teknologi RFID ini menjadi salah satu inovasi terbaru dalam pengawasan lalu lintas di jalan tol dan diharapkan dapat memperkuat sistem penegakan terhadap kendaraan ODOL yang selama ini menjadi perhatian pemerintah. (dul)
