Daftar Wilayah Masih Diguyur Hujan hingga Akhir Juni Menurut BMKG, Simak Prediksinya!
BMKG memprediksi hujan berpotensi mengguyur Indonesia hingga akhir Juni 2026 meski musim kemarau mulai meluas. Warga diminta mewaspadai banjir, longsor, dan petir.

HALLONEWS.ID – Meski musim kemarau mulai meluas di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan berpotensi turun dalam sepekan ke depan, bahkan di beberapa lokasi bisa mencapai intensitas lebat disertai petir dan angin kencang.
Berdasarkan prakiraan terbaru, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori menengah dan rendah.
“Kondisi tersebut tidak berarti bebas dari cuaca ekstrem karena dinamika atmosfer masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah kawasan,” tulis BMKG, dikutip Hallonews, Rabu (24/6/2026).
BMKG menjelaskan, peluang hujan dengan intensitas menengah diperkirakan terjadi di wilayah Sumatra bagian tengah hingga utara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sementara itu, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Lampung, serta beberapa wilayah lain mulai menunjukkan karakteristik musim kemarau dengan curah hujan yang lebih rendah.
Fenomena atmosfer seperti Gelombang Kelvin yang melintasi beberapa wilayah Indonesia serta pola sirkulasi angin di sekitar Samudra Hindia dan Selat Makassar masih menjadi pemicu terbentuknya awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan.
Untuk periode 24-25 Juni 2026, BMKG mengingatkan potensi hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah, termasuk Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat.
Kemudian Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, hingga berbagai wilayah di Papua.
Memasuki 26-29 Juni 2026, potensi hujan diperkirakan masih berlanjut di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.
Kemudian Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, serta wilayah Papua.
BMKG mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca, seperti banjir, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, hingga terganggunya aktivitas transportasi akibat jarak pandang yang menurun.
Selain itu, warga juga diminta menghindari aktivitas di ruang terbuka saat terjadi hujan yang disertai petir dan angin kencang. Berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan yang tidak kokoh sebaiknya dihindari karena berisiko membahayakan keselamatan.
Di sisi lain, musim kemarau secara bertahap terus berkembang di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peralihan musim masih berlangsung sehingga cuaca dapat berubah secara cepat dari panas terik menjadi hujan deras dalam waktu singkat. (dul)
