Pangeran Harry Digugat Badan Amal Sendiri, Konflik Internal Sentebale Memanas
Konflik lama kembali memanas. Pangeran Harry kini digugat badan amal yang ia dirikan sendiri, Sentebale, terkait dugaan pencemaran nama baik.

HALLONEWS.ID – Pangeran Harry kini menghadapi gugatan hukum dari organisasi amal yang pernah ia dirikan, Sentebale, atas dugaan pencemaran nama baik.
Berdasarkan catatan resmi yang dipublikasikan pada Jumat (10/4/2026), gugatan tersebut telah diajukan ke Pengadilan Tinggi London. Selain Harry, gugatan juga menyasar Mark Dyer yang merupakan bagian dari struktur organisasi tersebut.
Permasalahan ini berakar dari konflik internal yang telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu, terutama antara Harry dan Ketua Dewan Sentebale, Sophie Chandauka.
Perselisihan tersebut akhirnya memuncak hingga Harry mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelindung organisasi pada Maret 2025.
Sumber konflik disebut berkaitan dengan arah kebijakan organisasi, termasuk strategi penggalangan dana dan tata kelola internal.
Misi Kemanusiaan yang Terguncang Konflik
Sentebale sendiri didirikan pada 2006 oleh Pangeran Harry bersama Pangeran Seeiso dengan tujuan membantu anak-anak dan remaja yang terdampak HIV/AIDS di Lesotho dan Botswana.
Namun, dalam perjalanannya, organisasi tersebut menghadapi tekanan, termasuk dampak pandemi COVID-19 yang memengaruhi kondisi keuangan dan operasional.
Laporan dari Charity Commission menyoroti bahwa konflik internal mulai menguat sejak 2023, saat muncul perbedaan pandangan terkait ekspansi dan strategi pendanaan di Amerika Serikat.
CEO Komisi Amal, David Holdsworth, bahkan mengkritik kedua pihak atas eskalasi konflik yang terbuka ke publik.
“Perselisihan ini telah merusak reputasi badan amal dan berpotensi mengganggu kemampuannya untuk memberikan manfaat kepada para penerima,” ujarnya dalam laporan resmi.
Hingga kini, belum ada rincian resmi terkait isi tuduhan pencemaran nama baik yang dilayangkan terhadap Pangeran Harry dan pihak terkait.
Namun, perkara ini diperkirakan akan menjadi perhatian luas, mengingat posisi Harry sebagai figur publik global sekaligus pendiri organisasi tersebut.
Ujian Reputasi di Panggung Global
Kasus ini tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga menyentuh reputasi pribadi Pangeran Harry serta kredibilitas Sentebale sebagai lembaga kemanusiaan.
Konflik yang berlarut dan kini berujung gugatan hukum dinilai berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap organisasi tersebut.
Situasi ini menjadi ironi, organisasi yang dibangun untuk tujuan kemanusiaan kini justru terjerat konflik hukum dengan pendirinya sendiri.
Ke depan, hasil proses hukum di London akan menentukan arah hubungan kedua pihak, sekaligus masa depan Sentebale dalam menjalankan misinya. (ren)
