Proyek Catering Fiktif Catut Dinsos Banten, Pelaku UMKM Kota Serang Tertipu Rp35 Juta
Nama Dinsos Banten dicatut dalam kasus dugaan penipuan proyek katering fiktif. Pelaku UMKM asal Kota Serang mengaku merugi hingga Rp35 juta.

HALLONEWS.ID – Nama Dinas Sosial Provinsi Banten kembali dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam aksi dugaan penipuan bermodus proyek pengadaan fiktif. Modus tersebut menyasar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan iming-iming pesanan katering dalam jumlah besar.
Salah satu korban, Erni Johan, pemilik usaha Jojo Catering asal Banjar Agung, Kota Serang, mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setelah menerima pesanan yang mengatasnamakan instansi pemerintah tersebut.
Menurut Erni, awalnya dirinya dihubungi seseorang yang mengaku sebagai perwakilan dari Dinsos Banten untuk pemesanan makanan kegiatan kedinasan berskala besar.
“Awalnya mereka menghubungi saya untuk pemesanan catering dan snack box dalam jumlah banyak. Karena mengatasnamakan dinas, saya percaya,” ujar Erni, Jumat (22/5/2026).
Namun, kecurigaan mulai muncul saat pihak yang melakukan pemesanan sulit dihubungi. Setelah melakukan konfirmasi langsung ke Dinsos Banten, Erni baru mengetahui bahwa tidak ada agenda maupun pengadaan katering atas nama dirinya di instansi tersebut.
Akibat kejadian itu, Erni mengaku harus menanggung kerugian sekitar Rp35 juta. Kerugian tersebut meliputi biaya souvenir, makanan, hingga snack box yang telah dipersiapkan sesuai permintaan pelaku.
“Untuk souvenir saja sudah lebih dari Rp8 juta. Belum makanan dan snack box masing-masing 100 box. Mereka minta spesifikasi premium. Kalau ditotal kerugiannya sekitar Rp35 juta,” katanya sambil menahan tangis.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Banten, M Nuh Suradilaga membenarkan adanya pencatutan nama instansinya untuk aksi penipuan. Ia menyebut kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi.
“Kasus catering ini sudah ketiga kali. Sebelumnya juga ada modus pengiriman karangan bunga ke sejumlah dinas,” ujarnya.
Pihak Dinsos Banten mengaku akan melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian agar pelaku segera diusut dan tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban.
“Kami secara lembaga akan melaporkan persoalan ini ke pihak kepolisian,” tegasnya.(esa)
