“Ratu Ketamin” Divonis 15 Tahun Penjara, Dalang Kematian Matthew Perry Terungkap
Jasveen Sangha yang dijuluki "Ratu Ketamin" dijatuhi 15 tahun penjara atas kasus ketamin yang menewaskan aktor Matthew Perry.

HALLONEWS.ID – Seorang wanita yang dijuluki “Ratu Ketamin”, Jasveen Sangha, resmi dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas perannya dalam jaringan distribusi narkoba yang berujung pada kematian actor serial “Friends” Matthew Perry, Oktober 2023 lalu.
Putusan ini menjadi bab penting dalam kasus yang mengungkap sisi gelap penyalahgunaan obat di lingkungan selebritas Hollywood.
Sangha sebelumnya membantah tuduhan, namun kemudian mengubah pengakuannya menjelang persidangan. Ia akhirnya mengakui bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk distribusi ketamin yang menyebabkan kematian.
Ia juga menjadi satu-satunya terdakwa yang secara langsung mengakui bahwa tindakannya berkontribusi terhadap kematian Perry.
Dalam persidangan, Sangha mengaku menyesali perbuatannya.
“Saya menyadari keputusan saya menghancurkan banyak kehidupan,” ujarnya di hadapan hakim, Rabu (8/4/2026).
Peran Kunci dalam Jaringan Narkoba
Jaksa mengungkap bahwa Sangha menjual puluhan vial ketamin kepada Perry, termasuk dosis mematikan, hanya beberapa hari sebelum aktor tersebut meninggal.
Transaksi itu disebut dilakukan secara tunai dengan nilai ribuan dolar.
Selain itu, Sangha juga diketahui pernah menjual narkoba kepada korban lain dalam kasus overdosis terpisah, memperkuat gambaran bahwa ia merupakan bagian dari jaringan distribusi yang berbahaya.
Kecanduan yang Tak Terkendali
Menurut jaksa, kondisi Perry memburuk dalam bulan-bulan terakhir hidupnya. Meski sempat menjalani terapi dan pemulihan, ia kembali mencari ketamin secara ilegal di luar pengawasan medis.
Sebelumnya, Perry menggunakan ketamin secara legal untuk terapi depresi, namun kemudian beralih ke sumber ilegal.
Ia ditemukan meninggal di rumahnya di Los Angeles pada Oktober 2023 dalam kondisi telungkup di bak air panas. Hasil pemeriksaan menyatakan kematiannya akibat overdosis ketamin yang tidak disengaja.
Dalam pernyataan, keluarga Perry menyampaikan kesedihan mendalam. Ibu tirinya menyebut Sangha sebagai sosok “tidak berperasaan” dan meminta hukuman maksimal dijatuhkan.
Ayah tiri Perry juga menilai putusan hakim sudah tepat, meski ia mengakui tidak ada pihak yang benar-benar menang dalam kasus ini.
“Tidak ada yang menang hari ini,” ujarnya.
Kasus ini tidak hanya melibatkan Sangha. Sejumlah pihak lain, termasuk dokter dan asisten pribadi Perry, juga telah mengaku bersalah atas keterlibatan mereka dalam rantai distribusi obat tersebut.
Beberapa di antaranya telah dijatuhi hukuman sebelumnya, menegaskan bahwa kematian Perry merupakan hasil dari sistem penyalahgunaan yang kompleks.
Warisan Seorang Ikon
Matthew Perry dikenal luas lewat perannya sebagai Chandler Bing dalam serial legendaris Friends, yang menjadikannya salah satu ikon televisi dunia.
Di balik kesuksesannya, ia juga dikenal terbuka mengenai perjuangannya melawan kecanduan, sebuah perjuangan yang pada akhirnya berakhir tragis.
Matthew Perry, meninggal pada Oktober 2023 di usia 54 tahun setelah ditemukan tak sadarkan diri di bak air panas rumahnya di Los Angeles akibat overdosis ketamin; kasus ini kemudian mengungkap peran pemasok narkoba Jasveen Sangha yang dijuluki “Ratu Ketamin”.
Beberapa bulan sebelum meninggal, Perry diketahui menjalani terapi ketamin secara legal untuk mengatasi depresi, namun kemudian mulai mencari pasokan di luar jalur medis.
Kondisi kecanduannya disebut semakin tidak terkendali, dan ia mulai mengonsumsi ketamin dari sumber ilegal. Sekitar empat hari sebelum meninggal, tepatnya 26 Oktober 2023, ia dilaporkan membeli sejumlah vial ketamin dari jaringan ilegal, termasuk dari Jasveen Sangha.
Perry ditemukan dalam kondisi tidak sadar di bak air panas di rumahnya di Los Angeles, 28 Oktober 2023. Setelah ditemukan, 30 Oktober 2023, tim medis memastikan ia telah meninggal dunia di usia 54 tahun. Berdasarkan hasil autopsy, penyebab kematian dinyatakan sebagai overdosis ketamin yang tidak disengaja (accidental overdose).
Kronologi ini kemudian menjadi dasar penyelidikan yang mengungkap jaringan distribusi narkoba di balik kematian sang aktor. (ren)
