Setelah 44 Hari, Tottenham Hotspur Resmi Akhiri Masa Kerja Igor Tudor

Igor Tudor resmi berpisah dengan Tottenham Hotspur hanya dalam 44 hari dan tujuh pertandingan. Simak penyebab dan dampaknya bagi Spurs.

Senin, 30 Maret 2026 - 9:00 WIB
Setelah 44 Hari, Tottenham Hotspur Resmi Akhiri Masa Kerja Igor Tudor
Pelatih Tottenham Hotspur Igor Tudor resmi akhiri masa kerjanya di klub London tersebut. (IG Igor Tudor)

HALLONEWS.ID – Keputusan mengejutkan datang dari Tottenham Hotspur yang resting berpisah dengan pelatih mereka, Igor Tudor, hanya dalam waktu 44 hari sejak penunjukannya.

Perpisahan ini terjadi atas dasar kesepakatan bersama setelah Tudor memimpin tim dalam tujuh pertandingan saja.

Tudor, yang sebelumnya dikenal lewat kiprahnya di berbagai klub Eropa, datang dengan harapan mampu mengangkat performa Spurs di sisa musim. Namun, hasil yang tidak konsisten serta tekanan besar di Premier League membuat situasi cepat berubah.

Selama masa singkatnya, Tottenham kesulitan menemukan stabilitas permainan. Beberapa hasil negatif membuat klub asal London itu semakin dekat dengan zona berbahaya, memicu kekhawatiran di internal tim maupun para pendukung.

Manajemen klub disebut tidak ingin mengambil risiko lebih jauh. Ketua klub, Daniel Levy, dikabarkan terlibat langsung dalam keputusan ini demi menyelamatkan musim Spurs yang masih tersisa.

Perpisahan ini jadi salah satu masa jabatan pelatih tersingkat dalam sejarah modern Tottenham. Situasi tersebut juga menambah daftar panjang pergantian pelatih yang dialami klub dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, Tottenham harus bergerak cepat mencari pengganti yang mampu membawa perubahan instan. Dengan kompetisi yang semakin ketat, setiap poin menjadi sangat krusial untuk menghindari degradasi sekaligus menjaga reputasi klub.

Di sisi lain, masa depan Tudor juga menjadi tanda tanya. Meski gagal di Spurs, reputasinya sebagai pelatih berpengalaman di Eropa masih membuka peluang untuk kembali melatih dalam waktu dekat.

Keputusan ini kembali menegaskan kerasnya tekanan di Premier League, di mana hasil instan sering kali menjadi penentu nasib seorang pelatih—bahkan sebelum sempat membangun fondasi tim secara utuh.(wib)