Trump “Tuntut” 7 Negara Kirim Kapal Perang Buka Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump menuntut tujuh negara membantu membuka Selat Hormuz yang ditutup Iran. Ia juga memperingatkan NATO dan kembali mengkritik Inggris.

Senin, 16 Maret 2026 - 14:55 WIB
Trump “Tuntut” 7 Negara Kirim Kapal Perang Buka Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut sejumlah negara sekutu membantu membuka kembali Selat Hormuz yang ditutup Iran di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap negara-negara sekutunya dengan menuntut mereka ikut membantu membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang saat ini ditutup Iran di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Berbicara kepada wartawan di dalam Air Force One pada Minggu malam (15/3/2026) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa negara-negara yang bergantung pada energi dari kawasan Teluk harus ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

“Saya benar-benar menuntut negara-negara ini datang dan melindungi wilayah mereka sendiri, karena dari sanalah mereka mendapatkan energi,” kata Trump seperti dilansir Sky News

Ia menyebut sekitar tujuh negara telah didekati untuk bergabung dalam operasi keamanan maritim di kawasan tersebut. Namun, Trump belum mengungkapkan negara mana saja yang bersedia terlibat.
Menurutnya, operasi untuk membuka kembali jalur pelayaran itu seharusnya tidak sulit dilakukan karena kemampuan rudal dan drone Iran telah “dihancurkan”.

“Kami sudah menerima beberapa tanggapan positif, sementara yang lain memilih untuk tidak terlibat,” ujarnya.

Trump Singgung Minimnya Demonstrasi di Iran

Dalam kesempatan yang sama pada Minggu (15/3/2026), Trump juga menanggapi minimnya demonstrasi antipemerintah di Iran setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel.

Ia menilai rakyat Iran kesulitan melakukan aksi protes karena adanya ancaman keras dari pemerintah.

“Jika Anda berdemonstrasi, Anda akan ditembak dan dibunuh. Para pengunjuk rasa tidak memiliki senjata, jadi sangat sulit bagi mereka untuk berdemonstrasi,” kata Trump.

Trump bahkan menuding adanya video demonstrasi pro-pemerintah yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menggambarkan dukungan besar terhadap rezim.
Kritik Inggris dan Peringatan untuk NATO

Trump juga kembali mengkritik sikap Inggris yang dinilainya tidak memberikan dukungan penuh terhadap operasi militer AS di Timur Tengah.

Ia mengatakan Inggris sering dianggap sebagai sekutu terdekat Washington, tetapi tidak segera membantu ketika diminta terlibat dalam operasi tersebut.

Trump bahkan memperingatkan bahwa jika negara-negara anggota NATO tidak memberikan dukungan, hal itu dapat berdampak buruk terhadap masa depan aliansi militer tersebut.

“Jika tidak ada tanggapan atau tanggapannya negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,” ujarnya.

Ia juga menyinggung bantuan militer Barat kepada Ukraina dalam perang melawan Rusia. “Kita membantu Ukraina yang jauh dari kita. Sekarang kita akan lihat apakah mereka akan membantu kita,” tambahnya.

Macron Desak Iran Hentikan Serangan

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan telah berbicara langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (16/3/2026).

Macron mendesak Iran segera menghentikan serangan di kawasan Teluk yang dinilai dapat memicu eskalasi konflik lebih luas.

“Kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus dipulihkan secepat mungkin,” kata Macron dalam pernyataannya.

Ia juga memperingatkan bahwa eskalasi konflik yang tidak terkendali dapat menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam krisis yang lebih besar dengan dampak global yang serius. (ren)