Turis Mancanegara Serbu Tiongkok! Imlek 2026 Jadi Magnet Wisata Global
Festival Imlek 2026 jadi magnet wisata global. Turis dunia berbondong ke Tiongkok untuk menikmati budaya 5.000 tahun, dari parade lentera hingga belanja gadget di Shanghai.

HALLONEWS.ID-Festival Imlek 2026 berubah jadi fenomena wisata global. Ribuan wisatawan mancanegara membanjiri Tiongkok untuk merasakan langsung kemeriahan Tahun Baru paling penting di Asia — Festival Musim Semi.
Otoritas pariwisata Tiongkok mencatat lonjakan luar biasa. Lebih dari 2 juta perjalanan lintas batas per hari, meningkat 14 persen dibanding tahun lalu.
Sementara itu, pemesanan penerbangan wisatawan asing naik empat kali lipat hanya dalam dua minggu terakhir.
“Imlek kini bukan hanya perayaan keluarga, tapi atraksi dunia yang menandai kebangkitan kembali pariwisata Tiongkok,” tulis Travel and Tourism World, seperti dikutip Hallonews, Sabtu (14/2/2026).
Dari Es Utara hingga Tropis Selatan
Daya tariknya tak main-main. Wisatawan kini bebas memilih pengalaman Imlek: festival salju di Heilongjiang, atau berjemur di Hainan yang tropis.
Provinsi-provinsi di timur laut seperti Jilin dan Liaoning mencatat peningkatan tajam kunjungan, sementara wilayah selatan seperti Yunnan dan Hainan menjadi surga bagi pencari matahari musim dingin.
Di Hainan, yang baru meluncurkan bea cukai mandiri, 80.000 penumpang lintas batas diprediksi datang selama sembilan hari libur — melonjak 24 persen dibanding 2025.
Imlek Jadi Panggung Budaya Dunia
Bagi wisatawan asing, Imlek bukan sekadar pesta kembang api. Ini tentang menyelami peradaban Tiongkok yang berusia 5.000 tahun.
Di Huangshan, turis ikut parade lentera ikan dan belajar melukis sisiknya.
Di Shandong, mahasiswa dari Rusia, Ekuador, dan Maroko belajar tenun brokat Song dan ukiran bambu.
Sementara di Guangdong, atraksi barongsai dan seni potong kertas memeriahkan jalanan.
“Mereka datang bukan hanya menonton, tapi ikut jadi bagian dari budaya kami,” ujar seorang pengrajin kepada China Media Group (CMG).
Belanja, Teknologi, dan Mode “Made in China”
Imlek juga jadi momen belanja besar. Di Jalan Nanjing Timur, turis dari Timur Tengah dan Amerika antre membeli ponsel lipat buatan Tiongkok, sementara pengunjung dari Eropa berburu busana tradisional modern bertema Tahun Kuda.
Seorang turis Albania bahkan membeli pakaian cheongsam untuk dikenakan di pernikahannya, simbol kuat daya tarik budaya Tiongkok yang mendunia.
Bebas Visa Bikin Wisata Meledak
Lonjakan wisata Imlek juga dipicu kebijakan bebas visa besar-besaran. Tiongkok kini memberi akses bebas visa sepihak untuk 48 negara dan memiliki kesepakatan timbal balik dengan 29 negara lainnya.
Kebijakan transit bebas visa 240 jam kini berlaku di 65 pelabuhan masuk — membuat wisata dadakan semakin mudah.
“Dulu Imlek hanya bisa dinikmati lewat film. Sekarang semua orang bisa langsung datang,” ujar analis pariwisata global.
Dengan dukungan pembayaran digital internasional, pengembalian pajak instan, dan layanan belanja multibahasa, Tiongkok sukses menjadikan Imlek 2026 sebagai festival budaya paling mudah diakses di dunia.
Kementerian Perdagangan Tiongkok bersama delapan lembaga lainnya juga meluncurkan kampanye nasional “Selamat Berbelanja untuk Tahun Baru Imlek 2026.”
Program ini menyoroti enam sektor Utama, kuliner, akomodasi, transportasi, perjalanan, belanja, dan hiburan, yang memperkuat posisi Tiongkok sebagai destinasi wisata budaya global.
Imlek kini bukan hanya simbol perayaan, tapi alat diplomasi budaya baru Tiongkok untuk memikat dunia. (ren)
