7 Tips Packing Barang agar Aman Saat Pengiriman, J&T Cargo Ungkap Cara Cegah Kerusakan
J&T Cargo membagikan 7 tips packing barang agar aman selama pengiriman. Simak cara mencegah kerusakan barang pecah belah hingga elektronik.

HALLONEWS.ID – Seiring meningkatnya aktivitas belanja online dan pengiriman barang di Indonesia, cara packing barang yang benar menjadi hal penting untuk mengurangi risiko kerusakan selama proses distribusi.
Menjawab kebutuhan tersebut, J&T Cargo membagikan tujuh tips packing yang dapat diterapkan masyarakat sebelum mengirim berbagai jenis barang.
Kerusakan barang saat pengiriman masih menjadi salah satu kekhawatiran utama, terutama untuk barang pecah belah seperti peralatan makan, keramik, kaca, hingga perangkat elektronik. Selain proses distribusi, kualitas kemasan atau packing menjadi faktor yang sangat menentukan keamanan barang hingga tiba di tangan penerima.
Menurut Muhammad Danu Permadi, Network Training Supervisor J&T Cargo Indonesia, banyak risiko kerusakan sebenarnya dapat diminimalkan jika pengirim mempersiapkan kemasan sesuai karakteristik barang.
“Banyak risiko kerusakan barang sebenarnya dapat diminimalkan melalui persiapan kemasan yang tepat. Karena itu, penting bagi pengirim untuk menyesuaikan metode packing dengan karakteristik barang yang akan dikirim agar perlindungan yang diberikan dapat lebih optimal,” ujarnya.
Berikut 7 tips packing barang dari J&T Cargo:
Gunakan bubble wrap untuk melindungi seluruh permukaan barang, terutama bagian sudut dan sisi yang rentan benturan.
Pilih kardus yang kokoh dan sesuai ukuran agar barang tidak mudah bergeser selama perjalanan.
Isi ruang kosong di dalam kardus menggunakan foam, kertas, atau bubble wrap sebagai bantalan tambahan.
Berikan perlindungan ekstra pada bagian yang mudah rusak, seperti pegangan, sudut, atau permukaan kaca.
Rekatkan kardus menggunakan lakban berkualitas agar kemasan tetap kuat selama proses pengiriman.
Gunakan metode double box untuk barang bernilai tinggi atau mudah pecah guna memberikan perlindungan lebih maksimal.
Tempelkan label “Fragile” sebagai penanda agar paket ditangani dengan lebih hati-hati.
Selain teknik packing, pemilihan material pelindung juga tidak kalah penting. Pengirim disarankan menggunakan kardus yang masih layak, bubble wrap, foam, maupun bahan pengisi lainnya sesuai jenis barang yang dikirim.
Danu berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya kualitas kemasan sebelum mengirim barang.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperhatikan kualitas kemasan sebelum mengirim barang sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan dan pengalaman pengiriman menjadi lebih optimal bagi pengirim maupun penerima,” katanya.
Melalui edukasi ini, J&T Cargo menegaskan bahwa packing barang yang aman merupakan langkah awal untuk menjaga kualitas kiriman.
Dengan teknik pengemasan yang tepat, risiko kerusakan dapat ditekan sehingga barang sampai di tujuan dalam kondisi lebih aman dan memberikan pengalaman pengiriman yang lebih baik bagi pengirim maupun penerima.(HN)
