Zulhas Bidik Nilai Tukar Nelayan Tembus 120 Lewat Kampung Nelayan Merah Putih

Zulhas optimistis Kampung Nelayan Merah Putih mampu mendongkrak Nilai Tukar Nelayan hingga di atas 120 dalam dua tahun.

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:25 WIB
Zulhas Bidik Nilai Tukar Nelayan Tembus 120 Lewat Kampung Nelayan Merah Putih

HALLONEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau sering disapa Zulhas menargetkan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mampu mendongkrak kesejahteraan nelayan dengan meningkatkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) hingga menembus angka 120 dalam dua tahun ke depan.

Target tersebut disampaikan Zulhas saat memimpin Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri guna mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Rapat itu difokuskan untuk mempercepat sinergi lintas kementerian dan lembaga agar manfaat program segera dirasakan masyarakat pesisir.

Menurut Zulhas, optimisme tersebut berkaca pada keberhasilan pemerintah meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dalam dua tahun terakhir.

“Pada 2024 Nilai Tukar Petani berada di angka 104. Per Juni 2026 sudah meningkat menjadi 127,73. Saya optimistis, jika Kampung Nelayan Merah Putih berjalan baik, dalam dua tahun Nilai Tukar Nelayan juga bisa meningkat dari sekitar 103 menjadi di atas 120,” ujar Zulhas.

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih selesai hingga akhir 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga tahun 2029.

Zulhas menjelaskan, persoalan utama yang dihadapi nelayan selama ini bukan terletak pada kemampuan menangkap ikan, melainkan lemahnya fasilitas pascapanen yang menyebabkan posisi tawar mereka rendah di hadapan pembeli.

Melalui program KNMP, pemerintah akan melengkapi kawasan nelayan dengan berbagai fasilitas penunjang seperti cold storage, pabrik es, SPBU nelayan, tambatan perahu, bengkel kapal, shelter pendaratan ikan, hingga sarana pendukung lainnya.

“Kalau fasilitas tersedia, nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan dengan harga murah. Posisi tawar meningkat, pendapatan naik, dan kesejahteraan ikut terdongkrak,” katanya.

Berdasarkan data awal pemerintah, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih telah mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan sebesar 10 hingga 30 persen.

Selain itu, program ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir sebesar 5,4 hingga 16,2 persen.

Zulhas menilai capaian tersebut menunjukkan KNMP tidak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan, tetapi juga berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Indonesia.

Selain membahas percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, rapat koordinasi juga membahas pengembangan 40.000 lokasi budi daya ikan darat tematik serta kawasan tambak terintegrasi sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada protein nasional.(agn)