KN SAR Ramawijaya Terbakar di Muara Baru Ternyata Milik Basarnas Mentawai

KN SAR Ramawijaya terbakar saat menjalani perbaikan di Muara Baru. Seluruh ABK selamat, penyebab kebakaran masih diselidiki petugas.

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:59 WIB
KN SAR Ramawijaya Terbakar di Muara Baru Ternyata Milik Basarnas Mentawai
Kapal KN SAE Ramawijaya 240 terbakar di galangan kapal kawasan Muara Baru. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Sebuah kapal KN SAR Ramawijaya 240 dilalap si jago merah saat tidak sedang menjalankan operasi. Kapal tersebut terbakar saat menjalani perbaikan tahunan (docking) di galangan kapal kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026) malam.

Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetio, menegaskan kapal tersebut bukan milik Kantor SAR Jakarta, melainkan milik Basarnas Mentawai yang sedang menjalani perawatan rutin.

Peristiwa kebakaran kapal tersebut memicu kepanikan di area galangan karena kobaran api membesar dan mengancam kapal lain yang berada di sekitarnya.

“Kapal yang terbakar milik Basarnas Mentawai dan saat ini 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi,” ujar Ramli.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan kapal sepanjang sekitar 40 meter itu tengah berada di galangan kapal PT Proskuneo Kadarusman untuk menjalani proses docking ketika api tiba-tiba muncul.

“Ya, kapal memang sedang dalam perbaikan di galangan ini, masih dalam pekerjaan. Memang ada beberapa ABK yang melakukan pengawasan sebagai perwakilan pemilik kapal,” ujar Desiana kepada wartawan di lokasi.

Meski kapal sedang diperbaiki, sebanyak 10 anak buah kapal (ABK) tetap berada di lokasi untuk mengawasi pekerjaan sebagai perwakilan pemilik kapal.

“Memang ada beberapa ABK yang melakukan pengawasan sebagai perwakilan pemilik kapal,” kata Desiana.

Beruntung, seluruh ABK berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Hingga Rabu malam, puluhan petugas pemadam kebakaran masih berupaya menjinakkan kobaran api agar tidak merembet ke fasilitas galangan maupun kapal lain yang sedang bersandar. (agn)