Pengamat Transportasi Nilai Penertiban Parkir Liar di Depan UKI Tak Konsisten, Ini Alasannya

Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan meminta penertiban parkir liar di depan UKI Jakarta Timur dilakukan secara konsisten agar kemacetan di Jalan Mayjen Sutoyo dapat diatasi.

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:36 WIB
Pengamat Transportasi Nilai Penertiban Parkir Liar di Depan UKI Tak Konsisten, Ini Alasannya
Pengamat transportasi Jakarta, Azas Tigor Nainggolan. (dok Hallonews)

HALLONEWS.ID – Pengamat transportasi Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, menilai maraknya kembali parkir liar di depan Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, menunjukkan bahwa penegakan aturan di lapangan belum dilakukan secara konsisten.

Menurut Tigor, operasi penertiban yang hanya bersifat sesaat tak akan memberikan efek jera bagi pelanggar. Setelah petugas meninggalkan lokasi, kendaraan kembali memadati bahu jalan dan menyebabkan kemacetan, terutama pada jam pulang kerja.

“Parkir liar di depan UKI harus dibersihkan dan dijaga secara konsisten. Jangan hanya dilakukan saat operasi, lalu setelah itu dibiarkan kembali. Ketidakkonsistenan inilah yang membuat pelanggaran terus berulang dan kemacetan tidak pernah selesai,” ujar Azas Tigor Nainggolan kepada Hallonews, Rabu (22/7/2026).

Ia menegaskan, kawasan depan UKI merupakan salah satu titik lalu lintas yang memiliki volume kendaraan tinggi sehingga keberadaan kendaraan yang parkir di badan jalan akan langsung mengurangi kapasitas jalan dan memperparah antrean kendaraan.

Karena itu, Tigor mendorong Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur menempatkan petugas secara rutin pada jam-jam rawan pelanggaran, terutama pada sore hingga malam hari saat aktivitas masyarakat meningkat.

Selain pengawasan, ia juga meminta penindakan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penderekan kendaraan yang parkir di lokasi terlarang agar menimbulkan efek jera.

“Kalau pengawasan dilakukan secara konsisten dan penindakan tegas diterapkan, masyarakat akan terbiasa menaati aturan. Yang dibutuhkan bukan operasi sesaat, melainkan kehadiran petugas secara berkelanjutan,” katanya.

Sebelumnya seperti diberitakan para pengguna jalan di depan UKI kembali mengeluhkan kendaraan yang parkir di bahu jalan sebagai biang kemacetan di kawasan itu.

Warga menilai penindakan yang dilakukan selama ini belum memberikan efek jera. Meski operasi penertiban telah beberapa kali dilakukan.

Kepala Seksi Operasional (Kasiop) Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Emiral menyatakan pihaknya sudah meningkatkan pengawasan dan menempatkan petugas secara rutin pada jam rawan pelanggaran agar parkir liar tidak terus berulang. (std)