Gangguan Distribusi Air Diantisipasi, PAM JAYA Siapkan Beragam Bantuan untuk Warga
Direktur Operasional PAM JAYA Syahrul Hasan memastikan pelanggan tetap mendapat layanan terbaik selama proses perawatan IPA Hutan Kota.

HALLONEWS.ID – PAM JAYA memastikan pasokan air bersih bagi pelanggan tetap menjadi prioritas meski Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota tengah menjalani perawatan yang dikerjakan PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP).
Direktur Operasional PAM JAYA, Syahrul Hasan, menegaskan perusahaan telah mengaktifkan berbagai langkah antisipasi agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemeliharaan berlangsung.
“Sebagai upaya menjaga layanan, PAM JAYA menyiagakan mobil tangki air gratis untuk melayani wilayah yang mengalami gangguan distribusi,” ujar Syahrul kepada wartawan Selasa (21/6/2026).
Menurutnya, armada tersebut akan beroperasi guna memastikan warga tetap memperoleh akses air bersih hingga pasokan kembali normal
Tak hanya itu, kata Syahrul pihaknya juga menempatkan tandon air berkapasitas 5.000 liter dan 1.000 liter di sejumlah titik terdampak sebagai cadangan sementara bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Pelanggan berhak memperoleh pengurangan tagihan air pada bulan berjalan dengan nilai maksimal Rp50.000,” kata Syahrul.
Lanjutnya, seluruh fasilitas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kenyamanan pelanggan di tengah proses peningkatan infrastruktur.
Ia menjelaskan, perawatan IPA Hutan Kota menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan layanan air minum perpipaan dalam jangka panjang.
“Karena itu, kami memastikan pelanggan tetap mendapatkan pelayanan terbaik melalui penyediaan mobil tangki gratis, tandon air, serta kompensasi bagi pelanggan yang terdampak,” ucap Syahrul.
Ia berharap berbagai upaya tersebut mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Syahrul juga menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses pekerjaan berlangsung.
“Kami memastikan seluruh tahapan perawatan terus dipercepat agar distribusi air dapat kembali normal secepat mungkin,” pungkas Syahrul. (fer)
