Kabogorbus Diminati Warga, Pemkab Bogor Matangkan Pengembangan Bus Listrik Ramah Lingkungan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai mematangkan rencana pengembangan layanan Kabogorbus sebagai sistem transportasi publik berbasis bus listrik yang ramah lingkungan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:32 WIB
Kabogorbus Diminati Warga, Pemkab Bogor Matangkan Pengembangan Bus Listrik Ramah Lingkungan
Bupati Bogor, Rudi Sumanto pimpin rapat dengan SKPD dan investor. (Humas Pemkab Bogor for hallonews)

HALLONEWS ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai mematangkan rencana pengembangan layanan Kabogorbus sebagai sistem transportasi publik berbasis bus listrik yang ramah lingkungan.

Namun, langkah pengembangannya akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap uji coba operasional yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama PT TUV Rheinland Indonesia, PT Widya Adi Tunggal Transportasi, unsur BUMD, dan perangkat daerah terkait di Cibinong.

Rapat tersebut membahas hasil uji coba layanan bus listrik Kabogorbus, evaluasi operasional dan pembiayaan, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga rencana pengembangan layanan pada tahun 2027.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, hasil evaluasi uji coba harus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan sebelum pemerintah mengalokasikan anggaran melalui KUA-PPAS dan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.

“Evaluasi harus dilakukan bersama antara manajemen dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. Hasilnya menjadi dasar pengambilan keputusan sebelum penyusunan KUA-PPAS dan APBD 2027,” ujar Rudy, Selasa (22/7/2026).

Menurutnya, Pemkab Bogor mendukung pengembangan transportasi publik berbasis energi ramah lingkungan.

Meski demikian, sejumlah aspek harus menjadi perhatian, mulai dari efisiensi pembiayaan, kualitas pelayanan, tingkat kepuasan masyarakat, ketepatan waktu layanan, hingga keberlanjutan operasional.

“Pengembangan transportasi ramah lingkungan harus tetap memperhatikan efisiensi biaya, kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan keberlanjutan operasional,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Bogor menyiapkan sejumlah alternatif fasilitas pendukung, di antaranya penyediaan lokasi parkir armada di kawasan Stadion Pakansari serta kemungkinan pemanfaatan fasilitas kelistrikan milik pemerintah daerah untuk mendukung pengisian daya bus listrik.

Sementara itu, Ketua Tim Uji Coba PT Widya Adi Tunggal Transportasi, Werry Yulianto, menjelaskan uji coba Kabogorbus berlangsung pada April hingga Juni 2026 dengan mengoperasikan empat unit bus listrik dan satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Selama masa uji coba, layanan tersebut melayani hampir 28 ribu penumpang dengan tingkat keterisian (load factor) rata-rata mencapai 79 persen.

“Data tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap transportasi umum ramah lingkungan cukup tinggi,” ujar Werry.

Ia menambahkan, koridor Terminal Bojonggede–AEON Mall Sentul dipilih karena menghubungkan kawasan permukiman, kawasan industri, Stasiun KRL Bojonggede, serta pusat kegiatan ekonomi sehingga memiliki potensi permintaan penumpang yang tinggi.

Meski menunjukkan hasil positif, evaluasi juga mencatat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, di antaranya keterbatasan jumlah armada, kemacetan di sejumlah titik perjalanan, rendahnya penggunaan sistem pembayaran nontunai, serta masih terbatasnya fasilitas SPKLU.

Selain itu, Pemkab Bogor meminta dilakukan evaluasi lebih mendalam mengenai pola naik-turun penumpang dan keterpaduan layanan Kabogorbus dengan trayek angkutan kota yang telah beroperasi.

Langkah tersebut bertujuan agar pengembangan transportasi publik di Kabupaten Bogor dapat berlangsung secara terintegrasi tanpa mengganggu layanan angkutan yang sudah ada. (opy)