Menteri PPPA Soroti Peran Perempuan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Keluarga Berkelanjutan

Menteri PPPA mendorong pemberdayaan perempuan melalui akses modal, pendampingan usaha, dan ekonomi sirkular demi kesejahteraan keluarga berkelanjutan nasional.

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:30 WIB
Menteri PPPA Soroti Peran Perempuan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Keluarga Berkelanjutan
Menteri PPPA Arifah Fauzi saat mengunjungi Kelompok Bukit Berlian bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Foto: Kemen PPPA for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan perempuan memiliki peran sentral sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

Karena itu, pemerintah terus memperluas akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan peningkatan kapasitas bagi perempuan agar semakin mandiri dan produktif.

Hal tersebut disampaikan Arifah saat mengunjungi Kelompok Bukit Berlian bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kelompok yang beranggotakan 15 perempuan pelaku usaha itu dinilai menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas melalui program PNM Mekaar.

Sejak memperoleh pembiayaan pada 2024 dengan total plafon Rp67 juta, anggota kelompok mampu mengembangkan berbagai usaha produktif yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

P3A
Menteri PPPA Arifah Fauzi saat mengunjungi Kelompok Bukit Berlian bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Foto: Kemen PPPA for Hallonews

“Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa akses modal yang dibarengi pendampingan mampu memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga,” ujar Arifa dalam keterangan pers, Sabtu (18/7/2026).

Ia menegaskan, pemberdayaan perempuan tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memastikan hak-hak perempuan dan anak terpenuhi melalui lingkungan keluarga yang lebih kuat dan sejahtera.

Dalam kunjungan tersebut, Arifah juga menyaksikan kegiatan rutin pendampingan yang dilakukan Account Officer PNM kepada para nasabah. Pertemuan itu dimanfaatkan untuk memperkuat literasi keuangan, pengembangan usaha, hingga peningkatan kapasitas pelaku UMKM perempuan.

Selain itu, Menteri PPPA mengunjungi Bank Sampah Bukit Berlian yang dikelola Ema Suranta, salah satu nasabah PNM Mekaar. Berawal dari kepedulian terhadap persoalan sampah, Ema mengembangkan usaha ekonomi sirkular berbasis budidaya maggot yang kini mampu mengolah sekitar 500 kilogram sampah organik setiap pekan.

Produk maggot dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi peternakan ayam dan budidaya lele bioflok, sedangkan sisa pengolahannya diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi.

Arifah menilai inovasi tersebut menjadi bukti bahwa perempuan mampu menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menekankan pentingnya data berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pemberdayaan ekonomi perempuan yang lebih tepat sasaran.

“Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan usaha perempuan di Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PNM Kindaris memastikan pihaknya akan terus memperluas akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan.

Ia menilai dukungan tersebut tidak hanya membuka akses modal, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemampuan pelaku usaha perempuan agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Sinergi antara Kementerian PPPA, BPS, dan PNM diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui akses pembiayaan, penyediaan data yang akurat, pendampingan usaha, serta pengembangan ekonomi sirkular demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. (agn)