Menlu Tiongkok dan AS Sepakat Perkuat Dialog, Wang Yi: “Kerja Sama Lebih Baik dari Konflik”
Menlu Tiongkok Wang Yi dan Menlu AS Marco Rubio sepakat perkuat dialog dan kerja sama, dorong stabilitas hubungan Tiongkok–AS di Munich.

HALLONEWS.ID-Dalam momentum penting di sela-sela Konferensi Keamanan Munich atau Munich Security Conference (MSC), Wang Yi bertemu dengan Marco Rubio pada Jumat (13/2/2026) waktu setempat. Keduanya sepakat memperkuat dialog dan kerja sama lintas sektor demi menjaga stabilitas hubungan Tiongkok–Amerika Serikat, yang sempat tegang akibat isu geopolitik dan perdagangan.
Wang Yi menekankan bahwa Xi Jinping dan Donald Trump telah memberikan arah strategis untuk memperbaiki hubungan kedua negara. Tahun 2026, kata Wang, harus menjadi “tahun saling menghormati, hidup berdampingan damai, dan kerja sama saling menguntungkan.”
“Dialog lebih baik daripada konfrontasi, kerja sama lebih baik daripada konflik, dan hasil saling menguntungkan lebih baik daripada permainan yang sama-sama rugi,” ujar Wang Yi di Munich.
Wang menegaskan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat harus menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, rasa hormat, dan manfaat bersama untuk menavigasi perbedaan dengan bijak.
Ia menyerukan agar kedua negara memperluas daftar kerja sama dan mempersempit daftar masalah, sehingga hubungan bilateral dapat berkembang lebih stabil dan konstruktif.
“Selama kedua pihak berkomitmen pada rasa saling menghormati, kita dapat menemukan cara untuk menyelesaikan kekhawatiran masing-masing,” kata Wang.
AS–Tiongkok Sepakat Jaga Stabilitas Global
Menurut pernyataan bersama, pertemuan ini dinilai positif dan konstruktif. Baik Beijing maupun Washington sepakat untuk mengimplementasikan konsensus penting antara kedua kepala negara, memperkuat koordinasi diplomatik dan politik tingkat tinggi, mendorong interaksi bilateral di berbagai bidang strategis, serta mengarahkan hubungan Tiongkok–AS menuju jalur yang stabil, sehat, dan berkelanjutan.
Langkah ini dianggap penting di tengah meningkatnya ketegangan global, dari isu keamanan Asia-Pasifik hingga persaingan teknologi dan ekonomi.
Pertemuan Wang Yi dan Marco Rubio menandai upaya baru menuju stabilisasi hubungan dua kekuatan terbesar dunia, di tengah kekhawatiran internasional atas risiko perang dagang dan militer.
Kedua negara kini berusaha menampilkan sinyal damai dan kerja sama yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di kawasan Indo-Pasifik serta memulihkan kepercayaan global terhadap diplomasi multilateral. (ren)
