Harga Minyakita Tembus Rp20.000 Jelang Ramadan
Kenaikan harga Minyakita ini dikeluhkan para pedagang maupun konsumen, karena bertepatan dengan bulan puasa.

HALLONEWS.ID – Harga minyak goreng subsidi pemerintah merek Minyakita di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, mengalami lonjakan signifikan menjelang Ramadan 2026. Dari harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, kini Minyakita dijual di kisaran Rp20.000 per liter di tingkat pedagang.
Kenaikan harga ini dikeluhkan para pedagang maupun konsumen. Meski demikian, daya beli masyarakat disebut masih relatif stabil karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang tetap diburu menjelang bulan suci.
Suyitno (36), salah satu pedagang di Pasar Cibinong, mengatakan harga Minyakita naik seiring kenaikan sejumlah komoditas pangan lainnya.
“Dari distributornya juga sudah lebih mahal,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, harga yang diterima pedagang dari distributor sudah berada di atas HET sehingga berdampak langsung pada harga jual ke konsumen.
“Sekarang saja sudah Rp20.000 karena kita dapatnya juga mahal,” katanya.
Tak hanya harga yang melonjak, stok Minyakita di pasaran juga semakin terbatas. Kelangkaan ini disebut sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir dan kian terasa mendekati Ramadhan.
“Untuk barangnya yang Minyakita susah sekarang, langka. Itu juga kalau dapat dari luar harganya beda,” tambahnya.
Akibat keterbatasan stok, sejumlah pedagang menyiasati dengan menjual merek lain seperti Bimoli dan produk sejenis.
Kenaikan harga pada merek non-subsidi tersebut dinilai tidak setinggi Minyakita dalam beberapa waktu terakhir.
Meski harga naik dan stok menipis, Suyitno menilai kondisi ini tidak terlalu memengaruhi minat beli masyarakat.
Menjelang Ramadhan, kebutuhan minyak goreng tetap tinggi karena digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga.
“Kalau minyak menjelang Ramadhan tidak ngaruh, konsumen tetap mengikuti kenaikan harga. Cuma kelangkaannya itu yang membuat kita agak susah buat dapat stoknya,” tutupnya. (opy)
