Pria 21 Tahun Ditembak Mati saat Terobos Mar-a-Lago, FBI Selidiki Motif

Pria 21 tahun ditembak mati saat mencoba menerobos Mar-a-Lago dini hari. FBI selidiki motif, Trump berada di Washington saat kejadian.

Senin, 23 Februari 2026 - 8:11 WIB
Pria 21 Tahun Ditembak Mati saat Terobos Mar-a-Lago, FBI Selidiki Motif
Kolase foto Austin Tucker Martin dan barang bawaannya yang tampak seperti sebuah senapan. Foto: Sky News untuk Hallonews

HALLONEWS.ID-Seorang pria berusia 21 tahun tewas ditembak agen United States Secret Service setelah mencoba memasuki kediaman Presiden AS Donald Trump di Mar-a-Lago secara ilegal pada Minggu (22/2/2026) dini hari waktu setempat.

Insiden terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat, ketika pria tersebut terlihat di gerbang utara kompleks membawa benda yang tampak seperti senapan dan jerigen bahan bakar.

Media AS mengidentifikasi tersangka sebagai Austin Tucker Martin, warga North Carolina yang dilaporkan hilang oleh keluarganya beberapa hari sebelumnya.

Kronologi Penembakan

Sheriff Palm Beach County, Rick Bradshaw, menjelaskan bahwa tersangka diduga menerobos masuk ke perimeter dalam Mar-a-Lago dengan memanfaatkan momen ketika kendaraan lain sedang keluar dari gerbang.

Seorang deputi sheriff dan dua agen Secret Service menghadang pria tersebut dan memerintahkannya untuk menjatuhkan barang yang dibawanya.

Menurut Bradshaw, pria itu sempat meletakkan jerigen bensin, namun kemudian mengangkat senapan ke posisi menembak.

“Pada saat itu, deputi dan agen Secret Service melepaskan tembakan dan menetralisir ancaman tersebut,” kata Bradshaw dalam konferensi pers seperti dilansir Sky News, Senin (23/2/2026).

Pria tersebut dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Tidak ada aparat yang terluka.

Juru bicara Secret Service, Anthony Guglielmi, menyebut tersangka berasal dari North Carolina dan diyakini melakukan perjalanan ke Florida sambil memperoleh senapan di sepanjang jalan. Kotak senapan ditemukan di dalam kendaraannya.

FBI kini memimpin penyelidikan dan sedang menyusun profil psikologis tersangka. Motifnya masih belum diketahui.

Pihak berwenang juga meminta warga sekitar untuk memeriksa kamera keamanan rumah mereka guna membantu penyelidikan.

Pernyataan Keluarga

Sepupu tersangka, Braeden Fields (19), mengatakan kepada Associated Press bahwa keluarganya merupakan pendukung Trump.

“Kami semua pendukung Trump. Semuanya,” ujarnya.

Namun ia menambahkan bahwa Martin jarang membahas politik dan dikenal sebagai pribadi pendiam.

“Dia anak yang baik. Saya tidak percaya dia akan melakukan hal seperti ini,” katanya, seraya menyebut Martin biasa menyumbangkan sebagian gajinya dari pekerjaan di lapangan golf untuk amal.

Trump Tidak Berada di Lokasi

Saat insiden terjadi, Trump dan istrinya, Melania, berada di Gedung Putih di Washington, DC.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memuji respons cepat Secret Service yang dinilai bertindak tegas dalam menetralisir ancaman.

Insiden ini menambah daftar ancaman terhadap Trump dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 13 Juli 2024, Trump terluka dalam upaya pembunuhan saat kampanye di Butler, Pennsylvania. Kemudian pada 15 September 2024, seorang pria bersenjata ditangkap di dekat lapangan golf Trump di West Palm Beach dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup awal bulan ini.

Penyelidikan atas insiden terbaru di Mar-a-Lago masih berlangsung. (ren)