AS Diduga Siapkan Rudal Patriot dari Korea ke Timur Tengah, Ketegangan Iran Memanas
Spekulasi muncul bahwa AS akan memindahkan sistem rudal Patriot dari Korea Selatan ke Timur Tengah di tengah eskalasi konflik dengan Iran.

HALLONEWS.ID – Pasukan Amerika Serikat (AS) di Korea atau United States Forces Korea (USFK) diduga tengah mempersiapkan pengerahan sistem pertahanan rudal MIM-104 Patriot ke kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan regional setelah serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Meski demikian, otoritas di Korea Selatan dan Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi terkait kemungkinan relokasi sistem pertahanan udara tersebut.
Aktivitas Militer di Pangkalan Osan
Menurut laporan media setempat, sejumlah peluncur dan pencegat rudal Patriot milik USFK baru-baru ini dipindahkan dari beberapa pangkalan militer di Korea Selatan ke Osan Air Base yang berada di kota Pyeongtaek.
Seperti dilansir The Korea Times, Jumat (6/3/2026), pergerakan tersebut dilaporkan meningkatkan jumlah sistem peluncur rudal di pangkalan tersebut secara signifikan.
Pada hari yang sama, pesawat angkut militer Amerika, termasuk Boeing C-17 Globemaster III dan Lockheed C-5 Galaxy, terlihat berada di lokasi.
Pesawat jenis C-17 sebelumnya pernah digunakan untuk mengangkut dua baterai sistem Patriot dari Korea ke Timur Tengah pada periode Maret–April tahun lalu.
Permintaan Sistem Pertahanan Meningkat
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan dari Teheran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk.
Situasi tersebut membuat kebutuhan sistem pertahanan udara dan rudal pencegat meningkat tajam di wilayah tersebut.
Namun hingga kini, pihak militer Amerika tetap menolak memberikan komentar detail terkait kemungkinan pemindahan sistem Patriot dari Korea.
“Untuk alasan keamanan operasional, kami tidak mengomentari pergerakan atau penempatan ulang aset militer tertentu,” kata seorang pejabat USFK.
Kekhawatiran di Korea Selatan
Kemungkinan pemindahan sistem Patriot dari Semenanjung Korea memunculkan kekhawatiran di Seoul.
Sistem pertahanan udara tersebut merupakan komponen penting dalam melindungi wilayah Korea Selatan dari ancaman rudal dan nuklir dari Korea Utara.
Saat ini sekitar 28.500 tentara Amerika Serikat ditempatkan di Korea Selatan berdasarkan perjanjian pertahanan bilateral antara kedua negara.
Selain Patriot, sejumlah sistem senjata lain yang ditempatkan di Korea juga berpotensi digunakan dalam operasi militer di Timur Tengah, seperti ATACMS dan THAAD.
Strategi Aliansi AS–Korea
Pakar keamanan dari Ewha Womans University, Park Won-gon, mengatakan isu ini mencerminkan pembahasan yang lebih luas mengenai modernisasi aliansi militer antara Washington dan Seoul.
Menurutnya, konsep tersebut memungkinkan pasukan Amerika di Korea digunakan tidak hanya untuk menghadapi ancaman dari Korea Utara, tetapi juga untuk mendukung operasi militer di kawasan lain.
“Dalam kerangka modernisasi aliansi, Amerika Serikat kemungkinan akan semakin sering mengerahkan aset militer USFK di luar Semenanjung Korea jika dibutuhkan,” katanya. (ren)
