Dicegat Mahasiswa UNS, Wagub Jateng Bahas Ijazah Tertahan hingga Program Rumah

Dicegat mahasiswa UNS, Wagub Jateng Taj Yasin berdialog soal kemiskinan, ijazah tertahan, hingga program rumah bagi warga kurang mampu.

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:30 WIB
Dicegat Mahasiswa UNS, Wagub Jateng Bahas Ijazah Tertahan hingga Program Rumah
Dok Pemprov Jateng Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dicegat sejumlah mahasiswa seusai mengisi Kuliah Ramadan di Masjid Nurul Huda UNS, Kota Solo, Selasa (10/3/2026).

HALLONEWS.ID – Belasan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadang Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai mengisi Kuliah Ramadan di Masjid Nurul Huda UNS, Kota Solo, Selasa (10/3/2026).

Mahasiswa memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi kepada orang nomor dua di Jawa Tengah itu.

Isu yang disorot mulai dari kemiskinan, integritas pemerintahan, hingga realisasi sejumlah program pembangunan di Jawa Tengah.

Alih-alih meninggalkan lokasi, Taj Yasin memilih berhenti dan berdialog dengan para mahasiswa.

Dalam dialog itu, ia menjelaskan sejumlah program yang tengah dijalankan Pemprov Jawa Tengah untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Salah satu yang disorot adalah upaya menyelesaikan persoalan ijazah siswa yang masih ditahan sekolah swasta karena tunggakan biaya pendidikan.

“Kami memberikan program untuk masyarakat yang tidak mampu, yang saat ini masih ada kendala ijazahnya ditahan di sekolah-sekolah swasta, karena belum bisa membayar. Ini akan kami selesaikan,” ujar Taj Yasin dikutip dari laman Pemprov Jateng.

Selain pendidikan, Pemprov Jateng juga memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Mahasiswa juga menanyakan perkembangan program satu rumah untuk satu kepala keluarga (KK).

Menanggapi hal itu, Taj Yasin mengatakan program tersebut masih berjalan bertahap karena bergantung pada ketersediaan lahan.

Menurutnya, pemerintah menyiapkan beberapa skema untuk merealisasikan program tersebut.

Salah satunya dengan membantu pembangunan rumah bagi warga yang sudah memiliki lahan, tetapi belum mampu membangun.

“Kalau masyarakat sudah punya lahan tetapi belum bisa membangun rumah, itu kita bangunkan. Sementara bagi yang belum punya lahan, kita dorong melalui berbagai program penanganan backlog perumahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian target program perumahan sudah berjalan, namun sebagian masih terkendala kondisi lahan.

Untuk memastikan kelayakan pembangunan, Pemprov Jateng melibatkan tim ahli dari sejumlah perguruan tinggi.

Selain perumahan, mahasiswa juga menyoroti persoalan infrastruktur jalan di beberapa daerah.

Taj Yasin menjelaskan sebagian laporan jalan rusak sebenarnya merupakan kewenangan pemerintah kabupaten atau desa.

Meski begitu, Pemprov Jawa Tengah tetap membantu penanganannya melalui anggaran provinsi.

Ia juga mengajak mahasiswa aktif mengawal pembangunan dengan menyampaikan laporan yang jelas dan terukur.

“Kalau ada laporan, tolong disertai koordinatnya, supaya kami bisa langsung cek ke lapangan,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Perwakilan mahasiswa UNS, Ino, mengaku lega karena aspirasi yang disampaikan mendapat respons langsung dari Wakil Gubernur.

Menurutnya, dialog tersebut menjadi ruang komunikasi yang terbuka antara mahasiswa dan pemerintah daerah.

“Tadi kami menyampaikan beberapa hal terkait kemiskinan, integritas pemerintahan, dan komitmen pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menilai dari dialog tersebut terlihat adanya komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa.

“Pak Wagub juga menyatakan siap membuka ruang transparansi dan komunikasi dengan mahasiswa. Kami sudah lega,” kata Ino. (gaa)