Hotman Paris Bela Febrie Tanpa Bayaran? Ray Rangkuti Beberkan Empat Analisisnya
Pengamat Komunikasi Politik Ray Rangkuti menilai keputusan Hotman Paris mendampingi Febrie secara pro bono memunculkan banyak tanda tanya, mulai dari dugaan motif politik hingga arah pemberantasan korupsi.

HALLONEWS.ID – Pengamat komunikasi politik Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, menilai keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menerima permintaan eks pejabat tinggi Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriyansyah sebagai kuasa hukum tanpa imbalan atau pro bono merupakan langkah yang mengundang perhatian publik.
Menurut Ray, sorotan utama bukan semata tertuju kepada Febrie sebagai pihak yang berperkara, melainkan kepada alasan di balik kesediaan Hotman Paris mengambil perkara tersebut.
“Yang justru menarik adalah mengapa Hotman Paris bersedia menjadi kuasa hukum Febrie dalam skema pro bono,” kata Ray dihubungi pada Sabtu (18/7/2026).
Ia mengaku mencermati konferensi pers pertama yang digelar tim kuasa hukum Febrie.
Dari penjelasan yang disampaikan, Ray menangkap adanya keinginan Hotman Paris untuk mengungkap berbagai pertanyaan yang selama ini berkembang di ruang publik.
Ray menyebut sedikitnya terdapat empat isu yang menurutnya patut menjadi perhatian.
Lanjutnya, pertama, apakah perkara yang menjerat Febrie murni merupakan proses penegakan hukum.
Kedua, apakah terdapat unsur balas dendam dalam proses hukum tersebut.
Ketiga, apakah kasus ini memiliki dimensi politik.
Keempat, apakah perkara tersebut justru berdampak terhadap upaya pemberantasan korupsi yang selama ini dijalankan Kejaksaan Agung pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sejumlah pernyataan yang disampaikan Hotman Paris saat konferensi pers memberi kesan bahwa berbagai pertanyaan tersebut ingin dicari jawabannya melalui proses hukum,” tuturnya.
Ia melihat Hotman menaruh perhatian pada alasan mengapa seorang pejabat yang selama ini dinilai memiliki peran dalam penanganan berbagai perkara korupsi justru kini berhadapan dengan dugaan tindak pidana.
Ray menambahkan, apabila tujuan tersebut benar menjadi salah satu pertimbangan Hotman Paris menerima perkara tersebut, maka langkah itu dinilai dapat dipahami sebagai bagian dari upaya mencari kejelasan atas berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat.
“Terlihat ada keinginan membuka tabir di balik perkara ini sehingga publik memperoleh gambaran yang lebih utuh,” pungkasnya. (fer)
