Misteri Pemimpin Baru Iran: Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terluka, Tiga Hari Tak Muncul di Publik
Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan mengalami luka dalam serangan udara di awal perang Iran–Israel. Hingga kini ia belum muncul di depan publik sejak dilantik.

HALLONEWS.ID – Ketidakhadiran pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei di hadapan publik sejak terpilih, memicu berbagai spekulasi di tengah perang yang berkecamuk di Timur Tengah.
Sejumlah laporan intelijen menyebut Mojtaba Khamenei kemungkinan mengalami luka dalam serangan udara di awal konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada Reuters pada Rabu, 11 Maret 2026, bahwa penilaian intelijen mereka menunjukkan pemimpin baru Iran tersebut hanya mengalami luka ringan akibat serangan tersebut.
Menurut pejabat tersebut, kondisi itu diyakini menjadi alasan mengapa Mojtaba Khamenei belum terlihat di depan publik sejak ia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran beberapa hari lalu.
Diduga Terluka sejak Hari Pertama Perang
Laporan lain dari The New York Times yang mengutip tiga sumber di Iran menyebut Mojtaba Khamenei terluka pada hari pertama perang, yang dimulai setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut menargetkan sejumlah fasilitas militer dan pusat kekuasaan Iran di Teheran. Dalam operasi itu, pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas.
Setelah kematian Ali Khamenei, Mojtaba kemudian dipilih sebagai penggantinya dan resmi diumumkan sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Minggu, 8 Maret 2026.
Tidak Muncul karena Alasan Keamanan
Sejak pengangkatannya, Mojtaba Khamenei belum pernah tampil di hadapan publik. Para pejabat Iran menyebut hal tersebut juga berkaitan dengan faktor keamanan. Mereka khawatir setiap komunikasi atau penampilan publik dapat mengungkap lokasi persembunyian pemimpin baru Iran, yang berpotensi menjadikannya target serangan lanjutan.
Spekulasi mengenai kondisi kesehatannya semakin berkembang setelah televisi pemerintah Iran sempat menyebut Mojtaba sebagai “jaanbaz”, istilah dalam bahasa Persia untuk veteran perang yang pernah terluka.
Pemerintah Iran Pastikan Ia Selamat
Kabar mengenai luka yang dialami Mojtaba Khamenei juga dikonfirmasi secara tidak langsung oleh Yousef Pezeshkian, penasihat pemerintah sekaligus putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Melalui unggahan di Telegram pada Selasa, 10 Maret 2026, ia mengatakan telah menanyakan kondisi Mojtaba kepada pihak yang berhubungan langsung dengannya.
“Mereka mengatakan bahwa berkat rahmat Tuhan, dia selamat dan tidak ada masalah,” tulisnya.
Trump Sebut Penunjukan Mojtaba Sebuah “Kesalahan”
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Dalam pernyataannya pada Senin, 9 Maret 2026, Trump mengatakan penunjukan tersebut merupakan sebuah kesalahan dan meragukan apakah kepemimpinannya akan bertahan lama.
Di tengah perang yang masih berlangsung dan meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, absennya Mojtaba Khamenei dari ruang publik terus menimbulkan pertanyaan besar.
Apakah pemimpin baru Iran itu memang hanya mengalami luka ringan, atau ada kondisi lain yang masih dirahasiakan oleh pemerintah Iran? (ren)
