Trump: Pemimpin Tertinggi Iran Mungkin Sudah Tewas

Donald Trump memicu kontroversi setelah menyebut pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mungkin telah meninggal dunia di tengah konflik yang memanas.

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:01 WIB
Trump: Pemimpin Tertinggi Iran Mungkin Sudah Tewas
Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru dan putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Foto: Sky News for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AD) Donald Trump mengatakan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kemungkinan telah meninggal dunia setelah terluka dalam serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam wawancara dengan NBC News, Trump mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi pemimpin Iran tersebut.

“Saya tidak tahu apakah dia masih hidup. Sejauh ini belum ada yang bisa menunjukkannya kepada saya,” kata Trump seperti dikutip Sky News, Minggu (15/3/2026).

Ia bahkan mengaku mendengar kabar bahwa Mojtaba Khamenei mungkin sudah meninggal.

“Saya mendengar dia sudah tidak hidup lagi. Jika dia masih hidup, dia harus melakukan sesuatu yang sangat cerdas untuk negaranya, yaitu menyerah,” ujarnya.

Komentar Trump muncul sehari setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pemimpin tertinggi Iran kemungkinan mengalami luka serius dalam serangan militer AS dan Israel.

Iran Bantah Kabar Kematian

Pemerintah Iran langsung membantah spekulasi tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pemimpin tertinggi negaranya masih dalam kondisi sehat dan tetap mengendalikan situasi.

“Pemimpin revolusi dalam keadaan sehat dan sepenuhnya mampu mengendalikan situasi,” tulis Araghchi dalam unggahan di akun Telegramnya.

Ketegangan di Selat Hormuz

Araghchi juga menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi semua negara kecuali kapal milik Amerika Serikat dan sekutunya.

Selat tersebut merupakan jalur strategis yang mengangkut sebagian besar perdagangan minyak dunia.

Sebelumnya muncul laporan bahwa Iran menempatkan ranjau di jalur pelayaran tersebut, memicu kekhawatiran gangguan terhadap pasokan energi global.

Trump juga mengatakan bahwa beberapa negara kemungkinan akan ikut membantu menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.
Ia sebelumnya menyebut negara seperti Inggris, China, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan berpotensi mengirim kapal perang untuk membuka kembali jalur pelayaran.

Ancaman Konflik Berlanjut

Sementara itu, Iran memperingatkan bahwa setiap upaya Amerika Serikat untuk merebut Pulau Kharg, yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak Iran, akan dianggap sebagai langkah eskalasi serius.

Iran juga menuduh Israel berada di balik sejumlah serangan terhadap target sipil di negara-negara Arab yang bertujuan merusak hubungan Iran dengan negara-negara kawasan.

Menurut Araghchi, hingga saat ini belum ada inisiatif konkret untuk mengakhiri perang.
“Kami akan menyambut setiap inisiatif regional yang dapat mengarah pada penghentian perang secara adil,” ujarnya. (ren)