Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk 500 Penyintas Konflik di Sudan Selama Ramadan
Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan logistik bagi 500 penyintas konflik di Sudan selama Ramadan 2026, menyasar kelompok rentan seperti perempuan, anak, dan lansia.

HALLONEWS.ID – Dompet Dhuafa kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan logistik bagi penyintas konflik di Sudan.
Bantuan ini menyasar sekitar 500 jiwa atau 100 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis berkepanjangan.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Jumat (20/3/2026), bertepatan dengan momentum Ramadan, yang menjadi waktu penting untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat rentan di wilayah konflik.
Kepala Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok sehari-hari. Paket tersebut meliputi tepung, gula, kacang lentil, beras, minyak goreng, hingga pasta.
“Pada Ramadan ini kami mendistribusikan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak konflik. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas,” ujar Shofa dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai bentuk penyaluran amanah dari para donatur di Indonesia. Bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai dari individu, organisasi, hingga sektor korporasi.
Dalam proses distribusi, Dompet Dhuafa melakukan seleksi ketat terhadap penerima manfaat.
Prioritas diberikan kepada kelompok paling rentan, seperti pengungsi internal tanpa penghasilan tetap, rumah tangga yang dikepalai perempuan, lansia, penyandang disabilitas, serta anak yatim dan anak tanpa pendamping.
Seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi menggunakan identitas resmi dan sistem token guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Shofa berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak yang sangat rentan mengalami malnutrisi akibat konflik yang berkepanjangan.
“Semoga dukungan dari masyarakat Indonesia dapat terus membantu pemenuhan gizi para penyintas, khususnya anak-anak yang berada dalam kondisi rentan,” pungkasnya.
Sebagai lembaga filantropi Islam, Dompet Dhuafa telah berkiprah selama lebih dari tiga dekade dalam pemberdayaan masyarakat kurang mampu.
Melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-kebencanaan, serta dakwah dan budaya, lembaga ini terus memperluas dampak kemanusiaan baik di dalam maupun luar negeri.(adv)
