Iran Ultimatum Negara Tetangga Jangan Mau Jadi Basis Serangan AS ke Teheran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian peringatkan negara tetangga agar tak jadi basis serangan AS. Konflik Timur Tengah makin memanas dengan serangan di Kuwait dan Abu Dhabi.

Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:32 WIB
Iran Ultimatum Negara Tetangga Jangan Mau Jadi Basis Serangan AS ke Teheran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (X Pezeshkian)

HALLONEWS.ID – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengeluarkan peringatan tegas kepada negara-negara tetangga agar tidak membiarkan wilayah mereka digunakan sebagai basis serangan terhadap Teheran.

Dalam pernyataannya melalui platform X pada Sabtu (28/3/2026), Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan memulai konflik, namun siap memberikan balasan keras jika kepentingan nasionalnya diserang.

“Kami telah berkali-kali mengatakan bahwa Iran tak melakukan serangan pendahuluan, tetapi kami akan membalas dengan keras jika infrastruktur atau pusat ekonomi kami jadi sasaran,” tulisnya.

Ia juga mengingatkan negara-negara di kawasan Timur Tengah agar tidak memberikan ruang bagi pihak yang dianggap sebagai “musuh” Iran, termasuk kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah mereka.

Peringatan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ketegangan meningkat sejak serangan udara besar-besaran pada 28 Februari 2026 yang memicu konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menyerukan negara-negara tetangga untuk menjaga jarak dengan Amerika Serikat guna menghindari dampak konflik yang lebih luas.

Di sisi lain, situasi keamanan di kawasan Teluk semakin memanas. Di Kuwait, bandara internasional menjadi target serangan pesawat tak berawak yang merusak sistem radar, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara di Abu Dhabi, serangan udara dilaporkan menyebabkan puing-puing jatuh di sekitar kawasan ekonomi Khalifa dan melukai enam orang serta merusak sejumlah fasilitas.

Pihak berwenang setempat menuding Iran beserta kelompok proksinya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi dari Teheran.

Konflik yang telah berlangsung hampir sebulan ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Serangan balasan terus terjadi di berbagai titik, meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

Jika eskalasi terus berlanjut, stabilitas regional hingga ekonomi global bisa terdampak signifikan, terutama terkait jalur energi dan perdagangan internasional. (wib)