Kontroversi Bupati Lebak Berlanjut! ASN Resah, Pemuda dan Mahasiswa Siap Turun ke Jalan

Kontroversi Bupati Lebak makin panas. Tokoh pemuda ancam aksi demo, ASN mengaku resah dengan pernyataan yang dinilai tak pantas di ruang publik.

Senin, 30 Maret 2026 - 16:55 WIB
Kontroversi Bupati Lebak Berlanjut! ASN Resah, Pemuda dan Mahasiswa Siap Turun ke Jalan
Kantor Bupati Lebak. Hallonews

HALLONEWS.ID – Gelombang kritik terhadap Bupati Lebak Hasbi Asadiki Jayabaya terus bermunculan. Kali ini, tekanan datang dari tokoh pemuda hingga aparatur sipil negara (ASN) yang mengaku tidak nyaman dengan pernyataan yang dinilai berulang dan tidak etis di ruang publik.

Tokoh pemuda Lebak, Abdul Rohman, menegaskan pihaknya tengah menggalang dukungan untuk menggelar aksi unjuk rasa. Langkah ini akan diambil jika polemik yang melibatkan pernyataan bupati tersebut tidak segera dihentikan.

“Saya akan mengajak tokoh masyarakat, pemuda, dan mahasiswa untuk mendesak bupati mundur jika perilaku ini tidak berubah. Ini sudah di luar batas,” tegas Rohman, Senin (30/3/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat telah dilakukan, termasuk dengan kalangan mahasiswa, untuk mempersiapkan aksi demonstrasi dalam waktu dekat.

Tak hanya dari masyarakat, reaksi juga datang dari internal pemerintahan. Sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak mengaku merasa tidak nyaman dengan situasi yang berkembang.

Mereka menilai, sebagai pemimpin daerah, seorang bupati seharusnya mampu menjaga etika komunikasi, terutama saat berbicara di forum publik.

“Seharusnya sebagai pimpinan, bupati bisa menjaga ucapan. Kami sebagai ASN juga merasa risih mendengar hal itu disampaikan berulang kali,” ujar salah satu pejabat yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya suasana kerja di lingkungan pemerintahan daerah, sekaligus menjadi sorotan publik terkait pentingnya etika komunikasi pejabat.

Sebelumnya, Bupati Lebak Hasbi Asadiki Jayabaya menuai kritik setelah kerap melontarkan pernyataan yang menyebut Wakil Bupati Lebak.Amir Hamzah sebagai mantan narapidana dalam berbagai forum publik.

Pernyataan tersebut disebut bukan hanya terjadi sekali, melainkan berulang kali, bahkan di hadapan keluarga.

“Ucapan bupati yang menyebut saya sebagai mantan napi bukan sekali dua kali, tapi sudah sering. Bahkan pernah disampaikan di depan anak dan istri saya,” ujar Amir Hamzah kepada wartawan di kediamannya, Senin (30/3/2026).

Amir yang juga pernah menjabat Wakil Bupati Lebak periode sebelumnya mengaku tetap menjalankan tugas sesuai kewenangannya, termasuk saat mendampingi jalannya pemerintahan daerah dalam berbagai situasi.

Ia juga menyinggung pernah tetap menjalankan roda pemerintahan saat bupati tidak aktif dalam beberapa waktu.

“Ketika bupati tidak aktif selama beberapa hari, saya tetap menjalankan tugas dan menjaga stabilitas pemerintahan,” katanya.

Berawal dari Acara Halalbihalal

Sebelumnya, polemik ini mencuat usai acara halalbihalal Pemkab Lebak yang digelar Senin (30/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Lebak kembali menyebut Wakil Bupati sebagai mantan narapidana di hadapan pejabat dan pegawai negeri sipil.

Ucapan tersebut memicu ketegangan. Amir Hamzah sempat berdiri untuk mengingatkan agar forum tetap menjaga etika, namun kemudian ditenangkan oleh sejumlah pegawai dan diajak keluar dari ruangan.

“Saya berdiri untuk mengingatkan agar menjaga etika, tapi saya dihalangi dan diajak keluar,” ungkapnya.

Polemik ini pun terus menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan luas mengenai etika komunikasi pejabat publik di ruang terbuka. (yas)