Pemprov Banten Lanjutkan Revitalisasi Kawasan Kesultanan, Bidik Lonjakan Wisata Sejarah dan Religi

Gubernur Banten Andra Soni mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi dalam pelestarian warisan sejarah Kesultanan Banten demi mendorong wisata religi dan budaya.

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:06 WIB
Pemprov Banten Lanjutkan Revitalisasi Kawasan Kesultanan, Bidik Lonjakan Wisata Sejarah dan Religi
Adpim Provinsi Banten For Hallonews.id

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya untuk melanjutkan revitalisasi kawasan peninggalan Kesultanan Banten. Program ini difokuskan untuk memperkuat daya tarik wisata budaya, sejarah, dan religi di kawasan Banten Lama, Kota Serang.

Rencana tersebut disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni, saat menghadiri Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin di Masjid Agung Banten, Kasemen, Senin malam (30/3/2026).

Dalam sambutannya, Andra mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah tersebut.

“Program revitalisasi ini bertujuan meningkatkan potensi peninggalan Kesultanan Banten. Pemprov Banten terus mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkokoh persatuan menuju Banten yang maju, adil merata, dan bebas korupsi,” ujarnya.

Andra menjelaskan, Sultan Maulana Hasanuddin—putra Sunan Gunung Jati—merupakan pendiri sekaligus sultan pertama yang membawa Banten mencapai masa kejayaan. Sosoknya dinilai memiliki keteladanan dalam penyebaran Islam dan pembangunan wilayah.

Di bawah kepemimpinannya, Banten berkembang menjadi kota pelabuhan yang berpengaruh dan menjadi pusat perdagangan internasional, menghubungkan pedagang dari India, Arab, Tiongkok, hingga berbagai wilayah Nusantara.

Melalui momentum haul tersebut, Andra juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan dan kesejahteraan Banten, sekaligus meneladani semangat perjuangan sang sultan.

“Haul ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani semangat perjuangan dan kepemimpinan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Dorongan Jadi Agenda Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut memberikan apresiasi. Ia mendorong agar Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin dapat dikembangkan menjadi agenda nasional guna menarik lebih banyak wisatawan.

“Sultan Maulana Hasanuddin adalah jejak sejarah yang harus kita jaga dan ambil hikmahnya,” kata Agus.

Ia menjelaskan, sang sultan telah meletakkan tiga pilar utama dalam tata kelola masyarakat yang menjadi dasar kehidupan berbangsa. Pilar tersebut tercermin dalam berbagai situs di kawasan Banten Lama.

“Tiga pilar itu meliputi politik yang disimbolkan Istana Surosowan, spiritual melalui Masjid Agung, dan ekonomi melalui Pelabuhan Karangantu. Konsep ini kemudian diterapkan di berbagai kerajaan dan kota di tanah Jawa,” jelasnya.

Menurut Agus, momentum haul ini harus menjadi titik balik untuk menghidupkan kembali kearifan lokal dan nilai luhur para pendahulu.

“Tujuannya agar bangsa ini memiliki jati diri yang kuat dan mampu menjadi bangsa yang besar serta berdaya saing,” pungkasnya. (bsg)