Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, AS akan Tarik Pasukan dalam 2–3 Minggu

Donald Trump mengklaim perang melawan Iran akan segera berakhir dan pasukan AS akan ditarik dalam dua hingga tiga minggu.

Rabu, 1 April 2026 - 8:54 WIB
Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, AS akan Tarik Pasukan dalam 2–3 Minggu
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan di Gedung Putih terkait perang Iran dan rencana penarikan pasukan AS. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir dan Amerika Serikat akan menarik pasukannya dalam waktu dekat.

Dalam wawancara dengan NBC News, Trump menyatakan bahwa konflik yang berlangsung di Timur Tengah menurutnya sudah mendekati akhir.

“Kita baik-baik saja,” ujar Trump seperti dilansir Sky News, Rabu (1/4/2026). Ia juga menyebut dirinya sebagai “panglima tertinggi yang benar-benar hebat” dan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan meninggalkan Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu.

Menurutnya, setelah pasukan Amerika ditarik, harga minyak dunia akan turun tajam karena stabilitas kawasan kembali pulih.

AS Klaim Tujuan Perang Sudah Tercapai

Trump menegaskan bahwa tujuan utama operasi militer Amerika Serikat di Iran adalah untuk memastikan Teheran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir.

“Itu sudah tercapai. Sekarang kami sedang menyelesaikan pekerjaan,” katanya.

Ia juga mengklaim bahwa Iran telah mengalami kemunduran besar dalam kemampuan militernya.

“Kami telah membuat mereka mundur 15–20 tahun. Mereka tidak punya angkatan laut, tidak punya militer, tidak punya angkatan udara,” ujar Trump.

Trump juga menyebut kemungkinan adanya kesepakatan antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat, meskipun negosiasi belum sepenuhnya jelas.

Selat Hormuz Bukan Tanggung Jawab AS

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump juga menyinggung soal Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik dan berdampak pada pasokan minyak global.

Namun ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan bertanggung jawab atas pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut.

“Itu bukan urusan kita, itu urusan Prancis atau negara lain yang menggunakan selat itu,” katanya.

Pernyataan Trump tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan mengurangi keterlibatan militernya di kawasan Timur Tengah setelah operasi militernya di Iran dianggap selesai.

Meski demikian, situasi keamanan di kawasan masih belum sepenuhnya stabil karena Iran masih melakukan serangan rudal ke sejumlah wilayah di Timur Tengah, meskipun intensitasnya dilaporkan mulai menurun. (ren)