Paus Kecam Ancaman ke Iran, Serukan Dunia Hentikan Perang
Paus Leo XIV mengecam ancaman terhadap rakyat Iran dan menyerukan dunia kembali ke jalur diplomasi demi perdamaian global.

HALLONEWS.ID – Paus Leo XIV kembali menyuarakan seruan keras untuk perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam pernyataan kepada wartawan di Castel Gandolfo, Italia, Paus menegaskan bahwa ancaman terhadap seluruh rakyat Iran tidak dapat dibenarkan, baik dari perspektif hukum internasional maupun moral kemanusiaan.
“Saat ini terjadi ancaman terhadap seluruh rakyat Iran. Dan ini benar-benar tidak dapat diterima,” tegasnya seperti dikutip dari Vatican News, Rabu (8/4/2026).
Seruan Moral di Tengah Eskalasi Konflik
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik, termasuk ancaman keras Presiden Donald Trump yang sebelumnya memperingatkan kemungkinan kehancuran besar jika Iran tidak memenuhi tuntutan terkait pembukaan Selat Hormuz.
Paus menekankan bahwa konflik bersenjata tidak pernah menjadi solusi, bahkan justru memperpanjang penderitaan dan memperdalam perpecahan global.
“Saya mengajak semua orang yang berkehendak baik untuk selalu mencari perdamaian dan menolak perang,” ujarnya.
Dalam pesannya, Paus juga menyoroti aspek hukum internasional, khususnya terkait serangan terhadap infrastruktur sipil yang dinilainya sebagai pelanggaran serius.
Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga mencerminkan krisis moral yang lebih dalam.
“Serangan terhadap infrastruktur sipil bertentangan dengan hukum internasional dan menjadi simbol kebencian serta kehancuran,” katanya.
Dampak Global: Ekonomi hingga Kemanusiaan
Paus Leo XIV juga mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki dampak luas terhadap dunia.
Ia menyinggung krisis ekonomi global, tekanan energi, serta meningkatnya ketidakstabilan geopolitik yang memperburuk situasi kemanusiaan.
“Kita menghadapi krisis global—ekonomi, energi, dan ketidakstabilan yang hanya memicu lebih banyak kebencian,” ujarnya.
Sebagai solusi, Paus menyerukan kembalinya dialog sebagai jalan utama penyelesaian konflik.
“Mari kembali ke meja perundingan. Mari kita bicara dan mencari solusi damai,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat dunia untuk berperan aktif dengan menyuarakan aspirasi perdamaian kepada para pemimpin politik masing-masing.
Suara untuk Korban yang Tak Bersalah
Dalam penutup pesannya, Paus mengingatkan dunia untuk tidak melupakan para korban yang paling rentan dalam konflik.
“Anak-anak, orang tua, orang sakit, mereka adalah korban yang paling menderita dalam perang,” katanya.
Bagi Paus Leo XIV, perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi sebuah tanggung jawab moral bersama yang harus diperjuangkan oleh seluruh umat manusia. (ren)
