AS Umumkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Kapal Militer

Ketegangan memuncak. AS resmi umumkan blokade Selat Hormuz, Iran langsung mengancam tindakan militer.

Senin, 13 April 2026 - 11:20 WIB
AS Umumkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Kapal Militer
Donald Trump berbicara kepada awak media di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, terkait perkembangan situasi konflik dan kebijakan AS di Timur Tengah. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat akan memulai proses pemblokiran Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi titik krusial perdagangan energi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pasca kegagalan negosiasi damai di Islamabad.

“Saya telah menginstruksikan angkatan laut kita untuk mencari dan mencegat setiap kapal… yang telah membayar upeti kepada Iran,” tulis Trump seperti dikutip Hallonews.id dari Sky News, Minggu (12/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa militer AS akan menghancurkan ranjau laut yang diduga dipasang Iran di wilayah tersebut.

“Siapa pun yang menembak ke arah kami… akan dihancurkan sampai ke neraka!” tambahnya.

Iran Balas Ancaman

Merespons pernyataan tersebut, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

“Setiap kapal militer… akan ditindak tegas,” demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC.

Iran juga menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali mereka dan tidak akan dibuka dalam kondisi saat ini.

Inggris Tolak Terlibat

Pemerintah Inggris menyatakan tidak akan ikut serta dalam blokade yang direncanakan Amerika Serikat.

“Kami mendukung kebebasan navigasi… Selat Hormuz tidak boleh dikenakan biaya tol,” ujar juru bicara pemerintah Inggris.

Namun demikian, Inggris disebut tetap berkoordinasi dengan mitra internasional untuk menjaga stabilitas jalur pelayaran global.

Ketegangan Pascagagalnya Negosiasi

Langkah blokade ini terjadi setelah perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad gagal mencapai kesepakatan.

Sejumlah isu utama yang menjadi perdebatan meliputi program nuklir Iran, kontrol Selat Hormuz, dan sanksi ekonomi. Kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda kompromi.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok global, dan tekanan ekonomi internasional.

Situasi yang berkembang menunjukkan bahwa gencatan senjata antara kedua negara kini berada dalam kondisi sangat rentan. (ren)