Biopik Michael Jackson Tayang, Dipuji Spektakuler tapi Dihujani Kritik: Ini Penyebabnya
Film Michael resmi tayang April 2026. Kisah hidup Michael Jackson menuai pujian, namun dikritik karena mengabaikan kontroversi besar.

HALLONEWS.ID – Film biografi bertajuk Michael yang mengisahkan perjalanan hidup legenda musik dunia Michael Jackson akhirnya resmi tayang pada April 2026.
Kehadiran film ini langsung menyedot perhatian publik, memicu pujian sekaligus kritik tajam.
Disutradarai oleh Antoine Fuqua, film ini menampilkan Jaafar Jackson sebagai pemeran utama. Jaafar, yang merupakan keponakan Jackson, dinilai berhasil menghidupkan kembali sosok “King of Pop” lewat penampilan yang autentik—mulai dari vokal, ekspresi panggung, hingga gerakan tari ikonik.
Film Michael mengangkat perjalanan karier sang bintang sejak masa kecil bersama The Jackson 5 hingga mencapai puncak popularitas global pada era 1980-an.
Sejumlah momen penting turut dihadirkan, termasuk tur dunia album Bad yang jadi tonggak kesuksesan besar dalam kariernya.
Selain itu, film ini juga menyoroti sisi personal Jackson, seperti tekanan ketenaran sejak usia dini hingga perjuangannya menghadapi kondisi kesehatan Vitiligo. Unsur emosional inilah yang banyak diapresiasi penonton karena dianggap memberi kedalaman pada karakter.
Namun di balik kemegahan produksi dan nostalgia musiknya, film ini menuai kritik keras. Sejumlah pengamat menilai Michael terlalu “aman” karena tidak mengangkat secara mendalam berbagai kontroversi yang pernah menyelimuti kehidupan sang legenda, khususnya tuduhan pelecehan seksual yang mencuat pada dekade 1990-an.
Keputusan untuk tidak mengeksplorasi isu sensitif tersebut disebut berkaitan dengan keterlibatan pihak keluarga dan pengelola warisan Jackson dalam produksi film.
Akibatnya, beberapa bagian cerita disebut mengalami penyederhanaan, bahkan penghapusan adegan demi menjaga citra positif tokoh utama.
Fenomena ini memicu perdebatan mengenai objektivitas film biografi, terutama yang dibuat dengan persetujuan resmi dari pihak keluarga atau estate.
Para kritikus menilai pendekatan semacam ini cenderung mengarah pada glorifikasi, bukan eksplorasi menyeluruh terhadap sosok yang kompleks.
Meski demikian, respons publik tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Bioskop di berbagai negara dipenuhi penggemar yang ingin menyaksikan kembali perjalanan karier salah satu musisi terbesar sepanjang masa.
Adegan konser yang spektakuler dan kualitas produksi yang megah menjadi daya tarik utama film ini.
Secara komersial, Michael diprediksi meraih kesuksesan besar di box office global. Bahkan, muncul spekulasi mengenai kemungkinan sekuel, mengingat panjangnya perjalanan hidup Jackson yang belum sepenuhnya tergali dalam satu film.
Dengan segala pujian dan kontroversi yang mengiringi, Michael jadi bukti bahwa warisan Michael Jackson tetap hidup dan relevan—sekaligus menunjukkan bahwa kisah seorang legenda tak pernah lepas dari perdebatan.(wib)
