Kurban Dompet Dhuafa Dorong Ekonomi Hijau

Dompet Dhuafa dorong kurban sebagai bagian ekonomi hijau lewat Green Jobs Fest 2026, ciptakan green jobs dan kurangi dampak lingkungan.

Senin, 27 April 2026 - 18:45 WIB
Kurban Dompet Dhuafa Dorong Ekonomi Hijau
Dompet Dhuafa menggelar ajang Green Jobs Fest 2026 yang digelar di Cibis Park. (Dok Dompet Dhuafa for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Dompet Dhuafa menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi krisis iklim dan penggerak ekonomi hijau. Hal ini disampaikan dalam ajang Green Jobs Fest 2026 yang digelar di Cibis Park, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sesi talkshow “Green Talks” bertema The Human Side of Transition: Menjembatani Ilmu Sosial ke dalam Ekosistem Kerja Berkelanjutan, Ketua Kurban Dompet Dhuafa 2026, Ali Bastoni, menjelaskan bahwa program Tebar Hewan Kurban (THK) kini berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi berkelanjutan.

Menurutnya, kurban tidak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga mencakup aspek ekonomi, sosial, hingga lingkungan.

“Kami melihat kurban sebagai siklus ekonomi yang kompleks, mulai dari pemenuhan nutrisi, nilai spiritual, hingga pengelolaan limbah yang berdampak pada lingkungan,” ujarnya.

Program THK yang telah berjalan sejak 1994 turut berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja baru atau green jobs, khususnya bagi peternak kecil di berbagai daerah.

Melalui pendampingan berkelanjutan, Dompet Dhuafa mendorong peternak agar lebih mandiri dan memiliki daya saing.

Di sisi hulu, pengelolaan limbah peternakan menjadi perhatian utama. Melalui kemitraan dengan DD Farm, limbah diolah menjadi pupuk organik untuk mengurangi emisi gas metana yang berpotensi merusak lingkungan.

Sementara di sisi hilir, distribusi daging kurban mulai menggunakan bahan ramah lingkungan seperti daun jati dan wadah rotan untuk menggantikan plastik.

Langkah ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberdayakan pengrajin lokal, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Selain itu, Dompet Dhuafa juga mengembangkan konsep endowment fund untuk mendukung kemandirian masyarakat, termasuk bagi korban bencana agar dapat beralih profesi menjadi peternak.

“Pendampingan berkelanjutan jauh lebih berdampak dibanding bantuan sesaat. Dari penerima manfaat, mereka bisa bertransformasi menjadi pemberi manfaat,” tambah Ali.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah pembicara lain, seperti Wilda Romadona yang menyoroti pentingnya soft skills dalam pekerjaan berkelanjutan, serta Veronica yang menekankan potensi besar Indonesia dalam industri berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.

Partisipasi Dompet Dhuafa dalam festival yang diinisiasi oleh Coaction Indonesia dan Seasoldier ini menunjukkan bahwa sektor filantropi memiliki peran strategis dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau.

Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk memaknai kurban secara lebih luas: tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai upaya menjaga lingkungan, memberdayakan ekonomi masyarakat, serta berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan. (adv)