Komnas Disabilitas Ajak Semua Pihak Dukung Special Olympics 2026 di NTT

Komnas Disabilitas menyerukan dukungan nasional untuk Special Olympics 2026 di Kupang, NTT, demi kemajuan atlet disabilitas intelektual Indonesia.

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:30 WIB
Komnas Disabilitas Ajak Semua Pihak Dukung Special Olympics 2026 di NTT
Komisioner Komnas Disabilitas, Jonna Aman Damanik, berdiskusi dengan Ketua Umum Special Olympics Indonesia, Warsito Ellwein, di Kantor Komnas Disabilitas, Jakarta, Kamis (30/4/2026), membahas dukungan penyelenggaraan Pesonas 2026 di Kupang, NTT. fOTO: dok SOIna for Hallonews

HALLONEWS.ID – Komnas Disabilitas menyerukan dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap penyelenggaraan ajang Special Olympics Indonesia (SOIna) yang akan digelar di Kupang pada Oktober 2026.

Komisioner Komnas Disabilitas, Jonna Aman Damanik, menegaskan bahwa event olahraga bertaraf nasional hingga internasional ini membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga swasta dan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini harus didukung semua pihak. Ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari pemenuhan hak penyandang disabilitas sesuai amanat undang-undang,” ujar Jonna, Kamis (30/4/2026).

Ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) 2026 ini rencananya akan diikuti perwakilan dari 30 provinsi. Event tersebut menjadi langkah awal menuju kompetisi global Special Olympics World Summer Games 2027 di Santiago, Chile.

Ketua Umum SOIna, Warsito Ellwein, menyebutkan bahwa atlet-atlet disabilitas intelektual dari berbagai daerah telah menunjukkan prestasi membanggakan, meski menghadapi keterbatasan akses dan dukungan.

Namun demikian, ia mengakui masih ada kendala dalam partisipasi daerah. Hingga saat ini, baru 21 dari target 30 provinsi yang siap mengirimkan kontingen. Jumlah atlet yang terdaftar pun masih sekitar 420 orang, dari target 800 hingga 1.000 peserta.

“Kami berharap ada dukungan lebih luas, termasuk dari pemerintah daerah dan DPRD, agar lebih banyak atlet bisa ikut serta,” jelas Warsito.

Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran, baik dari daerah maupun penyelenggara. Sebagian besar tim, yang terdiri dari atlet, pelatih, dan pendamping, masih harus berangkat secara mandiri atau swadaya.

Pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur diharapkan dapat membantu dari sisi akomodasi, layanan medis, dan transportasi selama event berlangsung.

Selain itu, SOIna juga tengah mengupayakan alternatif pendanaan, seperti penggalangan dana melalui kegiatan amal, termasuk gala dinner dan lelang karya seni.

Dalam kesempatan terpisah, panitia juga mengungkapkan telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Prabowo Subianto.

Harapannya, para atlet disabilitas dapat bertemu langsung dengan Presiden sebagai bentuk dukungan moral dan motivasi.

Pesonas 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol komitmen Indonesia dalam memberikan ruang inklusif bagi lebih dari 5 juta penyandang disabilitas intelektual untuk berprestasi di tingkat nasional maupun global.(wib)