4 Tokoh Buruh Indonesia Dianugerahi Pahlawan Nasional, Ini Kisah Perjuangannya

Sejumlah tokoh buruh Indonesia dianugerahi Pahlawan Buruh Nasional, dari Marsinah hingga Muchtar Pakpahan. Ini kiprah dan perjuangannya.

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:30 WIB
4 Tokoh Buruh Indonesia Dianugerahi Pahlawan Nasional, Ini Kisah Perjuangannya
Aktivis Buruh Marsinah menjadi Pahlawan Nasional. Foto: Dok KontraS

HALLONEWS.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tak hanya menjadi momentum aksi massa, tetapi juga ajang mengenang tokoh-tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan hak pekerja di Indonesia.

Sejumlah nama bahkan dianugerahi gelar Pahlawan Buruh Nasional atas kontribusi dan keberanian mereka dalam membela kepentingan kaum pekerja. Penghargaan ini diberikan oleh Partai Buruh bersama sejumlah serikat pekerja pada peringatan May Day tahun 2022.

Secara global, sejarah Hari Buruh tak lepas dari perjuangan buruh di Amerika Serikat pada 1886 yang menuntut pembatasan jam kerja menjadi delapan jam per hari. Gerakan tersebut kemudian menjadi simbol perjuangan buruh dunia, termasuk di Indonesia.

Di Tanah Air, gerakan buruh telah tumbuh sejak masa kolonial, terutama di sektor perkebunan, pelabuhan, hingga perkeretaapian. Perjalanan panjang itu melahirkan sejumlah tokoh penting yang hingga kini dikenang.

4 Tokoh Gelar Pahlawan Buruh Indonesia

1. Marsinah

Marsinah menjadi simbol perjuangan buruh perempuan di Indonesia. Ia bekerja di sebuah pabrik arloji di Sidoarjo dan aktif menyuarakan hak pekerja, khususnya terkait upah minimum.

Pada 1993, Marsinah terlibat dalam aksi menuntut kenaikan upah sesuai ketentuan pemerintah daerah. Tak lama setelah itu, ia dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan meninggal dunia.

Kasus ini menyita perhatian luas, baik nasional maupun internasional. Hingga kini, Marsinah dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan kerap menjadi ikon dalam setiap peringatan Hari Buruh.

2. Jacob Nuwa Wea

Jacob Nuwa Wea dikenal sebagai tokoh buruh yang berhasil membawa aspirasi pekerja ke dalam kebijakan negara. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi periode 2001-2004.

Sebelumnya, ia aktif di organisasi serikat pekerja dan memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Salah satu warisannya adalah peran dalam lahirnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Regulasi ini menjadi dasar penting dalam hubungan industrial di Indonesia, termasuk pengaturan hak dan kewajiban pekerja serta pengusaha.

3. Muchtar Pakpahan

Nama Muchtar Pakpahan lekat dengan perjuangan buruh modern Indonesia. Ia mendirikan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) pada 1992, di tengah keterbatasan kebebasan berserikat pada masa itu.

Melalui organisasi tersebut, ia aktif memperjuangkan kenaikan upah, perlindungan tenaga kerja, serta kebebasan berorganisasi. Sikap kritisnya membuat ia beberapa kali berhadapan dengan aparat.

Selain aktivis, Muchtar juga dikenal sebagai pengacara dan akademisi yang vokal dalam isu hak asasi manusia dan demokrasi.

4. Thamrin Mosii

Thamrin Mosii merupakan sosok penting dalam penguatan serikat pekerja di sektor industri manufaktur. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Berangkat dari pengalaman sebagai buruh di perusahaan elektronik, Thamrin aktif membangun organisasi pekerja dari tingkat pabrik hingga nasional. Ia juga pernah memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Perannya dinilai besar dalam memperkuat solidaritas dan posisi tawar buruh di sektor industri.

Penganugerahan gelar Pahlawan Buruh Nasional menjadi pengingat bahwa hak-hak pekerja yang ada saat ini merupakan hasil perjuangan panjang.

Perjuangan buruh belum selesai, dan nama-nama ini menjadi bagian penting dari sejarah yang terus hidup hingga hari ini. (dul)