Lions Club Indonesia Dukung Atlet Special Olympics, Galang Dana untuk Pesonas NTT 2026
Lions Club Indonesia menggandeng SOIna dalam Konvensi Tahunan ke-50 di Bandung untuk menggalang dukungan bagi atlet Special Olympics menuju Pesonas NTT 2026 dan World Summer Chile 2027.

HALLONEWS.ID – Komitmen terhadap pemberdayaan atlet difabel kembali ditunjukkan Lions Club Indonesia (LCI).
Dalam Konvensi Tahunan ke-50 yang digelar di Bandung, LCI menggandeng Special Olympics Indonesia (SOIna) untuk menggalang dukungan bagi atlet yang akan berlaga di Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Panitia Penggalangan Dukungan SOIna, Gatot Prihandono, mengatakan kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mencari dukungan dari anggota Lions Club Indonesia demi membantu pembiayaan atlet special olympics yang akan bertanding di tingkat nasional hingga internasional.
Menurut Gatot, antusiasme peserta untuk mengikuti Pesonas NTT sangat tinggi. Hingga saat ini tercatat sebanyak 1.371 delegasi dari 23 provinsi telah mendaftar, termasuk 922 atlet special olympics.
Namun, keterbatasan pendanaan membuat penyelenggara baru mampu memfasilitasi sekitar 500 atlet.
“Kami mencari dukungan agar seluruh atlet yang sudah mendaftar bisa difasilitasi untuk berkompetisi. Ini membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak,” ujar Gatot.
Dalam sesi Pinning Ceremony Konvensi LCI, SOIna turut melelang dua kain tenun ikat khas Pulau Rote dan Pulau Sumba, serta lukisan karya atlet Special Olympics, Christian Sitompul.
Dari empat barang yang dilelang oleh Raldy Doy, tiga di antaranya berhasil terjual.
Gatot menyampaikan apresiasi kepada Lions Club Indonesia yang telah memberikan ruang bagi SOIna untuk melakukan penggalangan dukungan di forum nasional tersebut.
“Kami berharap semakin banyak elemen masyarakat yang peduli agar anak-anak special olympics memiliki kesempatan menunjukkan prestasi olahraga mereka,” katanya.
Sementara itu, Board of Trustee Lions Club Indonesia, Eveline N Chandra, menjelaskan bahwa kepedulian terhadap penyandang disabilitas sudah menjadi bagian dari komitmen Lions Clubs International Foundation (LCIF).
Ia mengungkapkan, pada tahun 2004 LCIF dan Special Olympics telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) yang diwakili LCIF Chairperson Fabrizio Oliveira bersama Dr. Timothy Shriver, keponakan mendiang Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy.
Menurut Eveline, Lions Club Indonesia menjadi salah satu organisasi yang aktif menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui berbagai kegiatan olahraga bagi atlet special olympics, seperti sepak bola dan renang.
“Para atlet difabel juga memiliki kemampuan untuk mengharumkan nama Indonesia. Karena itu mereka membutuhkan dukungan dari banyak pihak,” ujarnya didampingi PDG Wang Tjie Hoa.
Eveline menambahkan, Lions Club Indonesia saat ini memiliki delapan bidang pelayanan sosial, yakni kanker anak, diabetes, kelaparan, kesehatan mata, lingkungan, pemuda, penanggulangan bencana, dan kemanusiaan.
Selain aktif menggalang donasi sosial, LCI juga mengelola rumah singgah bagi anak penderita kanker di kawasan Tomang, Jakarta Pusat, dan tengah mengembangkan fasilitas serupa di lokasi lain.
Konvensi Tahunan ke-50 Lions Club Indonesia sendiri menjadi agenda nasional untuk memilih kepengurusan baru selama satu tahun ke depan.
Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan workshop, bazar, bakti sosial, hingga pinning ceremony yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.(wib)
