Balita Korban Terseret Arus Sungai Cisimeut Lebak Ditemukan Meninggal

Balita korban diduga terseret arus sungai Cisimeut ditemukan meninggal setelah tiga hari pencarian.

Senin, 11 Mei 2026 - 15:30 WIB
Balita Korban Terseret Arus Sungai Cisimeut Lebak Ditemukan Meninggal
Tim SAR gabungan mengevakuasi balita korban tenggelam di Sungai Cisimeut, Lebak, Banten, Senin (11/5/2026). Dok. Basarnas for HalloNews

HALLONEWS.ID – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Muhammad Akhmal (5), balita asal Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga terseret arus Sungai Cisimeut sejak Jumat (8/5/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (11/5/2026) pagi sekitar pukul 08.50 WIB.

Proses pencarian dilakukan selama tiga hari oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat sekitar. Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Cisimeut menggunakan perahu karet dan perlengkapan SAR air karena kondisi arus sungai cukup deras usai hujan mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Komandan Tim Basarnas, Fauzan Azqia Faturhuda mengatakan, jasad korban ditemukan sekitar 2,5 kilometer dari titik awal lokasi korban diduga terjatuh dan terbawa arus sungai.

“Korban ditemukan tersangkut di rumpun bambu di aliran Sungai Cisimeut dalam kondisi meninggal dunia,” kata Fauzan kepada wartawan di lokasi pencarian, Senin (11/5/2026).

Menurut Fauzan, saat ditemukan posisi tubuh korban dalam keadaan telungkup. Korban masih mengenakan pakaian berupa kaos dan celana pendek yang kondisinya sudah tergulung akibat terbawa arus sungai.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh personel SAR gabungan yang sebelumnya diterjunkan ke lokasi dikembalikan ke instansi masing-masing.

“Operasi SAR ditutup setelah korban ditemukan. Seluruh unsur gabungan kembali ke kesatuannya masing-masing,” ujarnya.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Jumat siang saat berada di sekitar aliran Sungai Cisimeut. Pihak keluarga dan warga sempat melakukan pencarian mandiri setelah menemukan sandal milik korban di tepi sungai. Dugaan sementara, korban terpeleset lalu terbawa derasnya arus sungai.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar karena kondisi Sungai Cisimeut diketahui memiliki arus cukup kuat, terutama saat debit air meningkat akibat hujan. Warga diimbau meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar bantaran sungai guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(esa)